Berita

Politik

HNW: PKS Akan Terus Kritisi Pansus KPK

SELASA, 11 JULI 2017 | 12:08 WIB | LAPORAN:

. Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa DPR berhak melakukan fungsi pengawasannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menggunakan hak angket.

Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengakui DPR memang memiliki hak untuk menggunakan angket. Sebab hal itu merupakan hak konstitusional yang diatur dalam UUD 1945.

Namun demikian, dikatakannya untuk menggunakan hak angket, DPR harus berpegang teguh pada prosedur yang sudah ditentukan.


"Di tingkat itulah PKS mengkritisi, (Pansus KPK) tak sesuai UU MD3 dan Tatib DPR, karena itu PKS menolak. Mestinya prosedurnya secara konstitusional," jelasnya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Yusril mengusulkan agar KPK menempuh proses pengadilan jika merasa tidak puas dengan keberadaan Pansus KPK.

Melihat adanya indikasi kesalahan prosedur dalam pembentukan pansus, apakah PKS akan diam saja? Pria yang akrab disapa HNW itu menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengkritisi.

"PKS adalah bagian dari DPR. Kita sudah mengkritisi sejak proses, di paripurna, Komisi III, Bamus, kita kritisi semuanya. Sampai PKS memutuskan untuk tidak memasukan anggotanya itu bagian kritik. Karena PKS bukan LSM, PKS bukan organisasi mahasiswa. PKS di DPR kita melakukannya di jalur DPR," tukasnya.

PKS merupakan salah satu dari tiga fraksi di DPR yang tidak mengirimkan wakilnya ke Pansus KPK.

Ketidakhadiran Fraksi PKS bersama PKB, dan Partai Demokrat dalam pansus itu membuat sebagian pihak mempertanyakan keabsahan Pansus KPK. Sebab, pansus menurut mereka harus terdiri dari semua fraksi yang ada di DPR. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya