Berita

Net

Politik

Luhut Tantang Para Pengkritik Utang Beri Penjelasan

SELASA, 11 JULI 2017 | 03:22 WIB | LAPORAN:

Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan memastikan bahwa banyaknya investasi pemerintah maka berdampak meningkatnya utang negara. Sebab, kebutuhan dana untuk melakukan investasi tidak sedikit.

Demikian disampaikannya menanggapi kritik atas peningkatan utang negara selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Senin (10/7)  

"Bagaimana orang investasi tidak dihitung utang, masak orang kasih uang ke kamu saja, logikanya di mana. Yuk, suruh yang pintar mengkritik itu suruh datang ke saya, jelaskan ke saya," ujarnya saat diminta tanggapan awak media.


Menurut Luhut, saat ini Indonesia belum bisa mengurangi utang negara karena sedang melakukan pembangunan proyek infrastruktur yang membutuhkan dana besar. Kebutuhan infrastruktur tidak semuanya mengandalkan APBN melainkan harus mencari investor swasta. Karena itu, pemerintah tidak bisa dipaksa untuk melakukan penghematan anggaran begitu saja.

"Ya tidak mungkin (hemat anggaran). Pembangunan infrastruktur kita butuh USD 450 miliar, APBN hanya bisa menservis USD 120 miliar, sisanya dari mana, itulah yang disebut foreign direct investment," bebernya.

"Sekarang China nih datang, dia mau investasi USD 25 miliar, B to B bukan G to G. Dia cari partner Indonesia, kami partner kan misalnya dengan PP, misalnya dengan private sector kita. Merekalah yang main, masalahnya di mana," tegas Luhut.

Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan melansir utang pemerintah pusat hingga Mei 2017 sudah mencapai Rp 3.672,33 triliun. Jumlah itu naik Rp 1.067,4 triliun jika dibandingkan sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi pada akhir 2014 lalu yang sebesar Rp 2.604,93 triliun.

Porsi utang tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 2.943,73 triliun atau 80,2 persen, serta pinjaman sebesar Rp 728,60 triliun atau 19,8 persen. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya