Berita

Politik

Maruarar Sirait: UU Tembakau Harus Adil

SENIN, 10 JULI 2017 | 20:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pansus RUU Tembakau menjadi pintu masuk untuk "buka-bukaan" terhadap polemik yang selama ini terjadi. Pansus akan membuka apa yang sesungguhnya terjadi dalam isu tembakau ini sehingga selalu menjadi isu nasional sepanjang massa.

"Pansus ini merupakan langkah strategis untuk mengakhiri polemik dan sekaligus memberi kepastian kepada masyarajat dan dunia usaha melalui UU," kata anggota Pansus RUU Pertembakaun, Maruarar Sirait, saat dimintai pendapat beberapa saat lalu (Senin, 10/7).

Paling tidak, dalam hal pertembakauan, menurut Maruarar ada beberapa pihak yang harus menjadi perhatian. Yaitu petani, industri rokok dan pengusaha rokok, negara dan masyarakat secara luas.


Dalam hal petani, sambung Maruarar, kesejahteraan petani harus benar-benar menjadi perhatian. Petani harus benar-benar merasakan manfaat dari pertanian tembakau tersebut, sehingga daya belinya meningkat dan tingkat ekonominya naik.

Menurut Maruarar, industri rokok juga harus bisa misalnya memberikan dana CSR untuk membantu masyarakat sekitar. Di saat yang sama, harus ada kemitraan untuk dana kesehatan.

"Terkait dengan negara, selama ini industri tembakau memberikan sumbangsih terhadap penerimaan negara sebesar Rp 130-150 triliun, baik dari cukai maupun pajak," ungkap Maruarar.

Maruarar memastikan kehadiran Pansus ini, selain memberikan kepastian hukum dan kepastian terhadap dunia usaha, juga harus memperhatikan semua aspek dan stakeholders. UU Tembakau harus benar-benar menguntungkan semua pihak dalam kerangka kepentingan nasional yang lebih besar.

"UU Pertembakauan ini harus adil," demikian Maruarar. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya