Berita

Politik

HTI Masih Dianggap Musuh Pemerintah, Bukan Musuh Masyarakat

SENIN, 10 JULI 2017 | 01:07 WIB | LAPORAN:

Organisasi Kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih dianggap sebagai musuh pemerintah atau state enemy. Hal itu jugalah yang menjadikan kesadaran masyarakat akan bahaya HTI tidak besar. Padahal HTI adalah organisasi yang berseberangan dengan ideologi Pancasila dan harus segera dibubarkan.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Donny Gahral menilai minimnya kesadaran masyarakat akan bahaya HTI menimbulkan opini bahwa pemerintah sebagai musuh Islam.

"Jadi HTI ini masih dianggap state enemy bukan public enemy. Karena state enemy itulah memunculkan dugaan pemerintah memusuhi Islam," ujar Donny dalam diskusi bertajuk 'Mendorong Realisasi Pemerintah atas Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia' di kantor DPP BMI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/7).


Senada dengan Donny, Wasekjen DPP Banteng Muda Indonesia (BMI) Mixilmina Munir menilai HTI bukanlah ormas keagamaan atau ilmiah. HTI merupakan organisasi politik dengan tujuan merebut kekuasaan pemerintah yang sah.

Menurut Munir, jika kedepan HTI berhasil membentuk sistem khalifah Islam maka kedepannya Indonesia tidak lagi mengenal keberagaman.

"HTI di Indonesia, dia tidak seperti organisasi radikal dalam prakteknya tapi dalam konteks merubah visi, jauh lebih radikal dari pada organsiasi lain. Jadi HTI ingin mengubah idiologi Pancasila menjadi khilafah, ke depan HTI tidak ada hari natal, kebangkitan Isa Almasih, Waisak dan Imlek," pungkas Munir. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya