Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Donny Gahral mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah yang ingin membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Menurut Donny, meski HTI tidak melakukan kekerasan dalam menyebarkan ajarannya, namun hal tersebut telah dinilai telah mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat serta membahayakan NKRI.
"Konsolidasi harus dilakukan. Ketika keputusan dijatuhkan, publik harus sadar, sebab di kalangan fundamentalis, pemerintah dianggap menyudutkan HTI," ujar Donny dalam diskusi bertajuk 'Mendorong Realisasi Pemerintah atas Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia' di kantor DPP BMI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (9/7).
Lebih lanjut Donny juga mengingatkan pemerintah mengenai adanya organisasi radikal yang akan muncul setelah dibubarkannya HTI. Menurutnya, para simpatisan HTI akan merasa organisasi saja yang dibubarkan, namun, ajaran yang disebarkan tidak akan pernah bubar.
"Kekuatan nasionalis, kekuatan agama yang nasionalis, harus support. Kalau HTI, menang di pengadilan, mereka bisa mengatakan kekuatan nasionalis tidak kuat. Prediksi saya, dalam dua bulan ini tidak ada langkah apa-apa, mereka sudah bisa klaim mereka menang karena bubar di ucapan, tapi tidak bubar di tindakan," pungkas Donny.
[zul]