Berita

Muhaimin Iskandar/RMOL

Politik

NU Dan Muhammadiyah Akan Berdialog Tolak Full Day School

SABTU, 08 JULI 2017 | 17:31 WIB | LAPORAN:

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) konsisten menolak kebijakan Full Day School yang akan diterapakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan, sikap partainya menolak hal itu sudah sejalan dengan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kita menolak full day school karena NU sangat keras menolak. Jadi kita menolak," tegasnya saat ditemui di kediamannya di Ciganjur, Jakarta, Selatan, Sabtu (8/7).


Cak Imin menegaskan, full day school membuat anak bangsa tidak berkesempatan untuk berinteraksi dengan pendidikan agama yang sesungguhnya lebih kultural.

"Istilah Kiyai Said, pendidikan agama kalau di sekolah terbatas. Kalau hanya full day school agamanya enggak mengenal sifat-sifat Allah. Padahal sifat-sifat Allah enggak mungkin diajarkan dalam pendidikan formal," jelasnya.

Hal itu, sambung Cak Imin, karena pada dasarnya, kurikulum di sekolah full day school sangat terbatas. "Gurunya enggak ada. Yang ada di pendidikan masyarakat, pesantren, madrasah, musala, taman pendidikan agama. Jangan diambil sekolah semua. Sekolah  aja enggak mampu kok mau ambil semua," imbuhnya.

Cak Imin menambahkan, full day school juga sangat merugikan pendidikan pesantren yang selama ini sudah ditanamkan oleh para kiyai.

"Bukan hanya dirugikan. Seluruh anak Indonesia SMA, SMP, SD akan kekeringan ilmu agama, akan menjadi generasi yang tidak mengenal allah. Karena sekolah tidak mampu mengajarkan agama. Sudah semua kiyai menolak, semua ulama menolak, semua NU menolak," tegasnya lagi.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengusulkan agar NU dan Muhammadiyah berdialog untuk menolak program yang diusulkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi.

"Saya akan mendialogkan dengan Muhammadiyah dan NU. Kita akan coba menjembatani NU dengan Muhammadiyah," ucapnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya