Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi Perlu Hitung Ulang Isu Pencopotan Panglima TNI

SABTU, 08 JULI 2017 | 14:49 WIB | LAPORAN:

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertahankan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI dinilai wajar, di tengah maraknya isu perombakan kabinet.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan, Gatot dianggap mampu mengambil ceruk potensial pemilih muslim karena defensif membela ulama yang dituduh dan masif dipojokkan, sementara Presiden Jokowi bercokol pada ideologi nasionalis sekuler sehingga gagal mengambil empati suara umat Islam. Ditambah lagi keputusan dan sikap politik presiden kurang begitu menguntungkan masyarakat mayoritas muslim.

"Gatot adalah seorang panglima TNI yang setia dan bukan pengkhianat, tetap menjaga fatsun politik. Seandainya waktu itu panglima TNI tergoda dengan beyond the politic dan mau melakukan makar dan kudeta, Jokowi belum tentu bertahan menjadi presiden sampai sekarang. Bukan begitu sulit kalau panglima mau bersekongkol jahat dengan sipil mengkudeta presiden sipil Jokowi, mengambil alih pemerintahan oleh militer pada waktu momentum Aksi Bela Islam 212 dan seterusnya," bebernya kepada redaksi, Sabtu (8/7).


Menurut Pangi, komitmen Gatot menjaga NKRI dan melindungi presiden tak perlu diragukan lagi. Syak wasangka tak terbukti pretensi makar tersebut sampai hari ini mengalami patahan. Di sisi lain, mempertahakan Gatot bisa menjadi kebaikan bagi Jokowi di Pilpres 2019 nanti.
 
Dia melihat, wacana pencopotan Gatot sebagai panglima TNI sedang dimainkan. Sebaiknya Jokowi berhitung ulang, matang, dan jernih karena Gatot selama ini sudah menjalankan tugas dengan baik. Sesuai dengan trayek tugas pokok panglima TNI, tidak ada yang menyimpang dan melenceng.

"Gatot belum melakukan akrobatik politik seperti dituduhkan," kata Pangi.

Untuk itu, dia berharap Jokowi bisa melawan retorika-retorika negatif yang mendesak pencopotan Gatot hanya karena menanjaknya elektibilitas panglima TNI.

"Terlebih lagi, animo dukungan publik agar Gatot tetap menjadi panglima TNI masih tinggi. Gatot menjadi garda terdepan menjaga NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945," tegas Pangi yang juga direktur eksekutif Voxpol Center. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya