Jokowi/Net
Jokowi/Net
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan, Gatot dianggap mampu mengambil ceruk potensial pemilih muslim karena defensif membela ulama yang dituduh dan masif dipojokkan, sementara Presiden Jokowi bercokol pada ideologi nasionalis sekuler sehingga gagal mengambil empati suara umat Islam. Ditambah lagi keputusan dan sikap politik presiden kurang begitu menguntungkan masyarakat mayoritas muslim.
"Gatot adalah seorang panglima TNI yang setia dan bukan pengkhianat, tetap menjaga fatsun politik. Seandainya waktu itu panglima TNI tergoda dengan beyond the politic dan mau melakukan makar dan kudeta, Jokowi belum tentu bertahan menjadi presiden sampai sekarang. Bukan begitu sulit kalau panglima mau bersekongkol jahat dengan sipil mengkudeta presiden sipil Jokowi, mengambil alih pemerintahan oleh militer pada waktu momentum Aksi Bela Islam 212 dan seterusnya," bebernya kepada redaksi, Sabtu (8/7).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15
Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13
Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14