Berita

Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Cak Imin Tetap Dukung Ibukota Pindah Ke Palangkaraya

SABTU, 08 JULI 2017 | 13:55 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengakui bahwa wacana pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Palangkaraya sudah ada sejak era Presiden RI pertama, Soekarno.

"Palangkara memang dari Bung Karno memang di perjuangkan. Karena potensi tengah dan tanahnya yang datar. Anti gempa," katanya saat ditemui di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7).

Posisi Palangkaraya diakuinya memang sangat bagus. Karenanya, sedari awal pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengaku sangat mendukung upaya tersebut.


"Kalau Pak Jokowi memulai, bagus. Karena Pak SBY gagal memindahkan. Pak Jokowi bisa jadi pas karena gaya kepepimpinan Pak Jokowi yang merakyat, mungkin kantor presidennya bisa pinjem (rumah) punya siapa dulu," ujarnya.

Cak Imin merasa hal itu perlu dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Apalagi, perputaran uang selama ini sangat tidak berimbang. 85 persen uang hanya berputar di Jakarta.

"Kita dukung karena ini perjuangan lama ya dari zaman Bung Karno, Pak SBY. Saya dan PKB juga dukung pas zaman Pak SBY mendorong, gagal, ga kuat lagi. Kita coba lagi sekarang. Kalau dari segi anggaran memang tidak realitis, tapi pak Jokowi ini kan komandan yang empiris. Gak ada kantor pun bisa dijadikan kantor. Kalau perlu dibikin kantor tenda kaya Khadafi (mantan Presiden Libya)," katanya.

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendorong pemerintahan Presiden Jokowi untuk mengkaji pemindahan ibukota di Jonggol seperti yang pernah direncanakan oleh Presiden RI II, Soeharto. Cak Imin akui itu lebih realistis. Namun dia keukeuh memilih Palangkaraya sebagai pengganti Jakarta.

"Karena wacana yang diangkat sejak zaman Bung Karno itu sudah ingin di Palangkaraya, lebih baik di Palangkaraya meskipun kalau mau realistis, Jonggol atau purwakarta lebih realistis," tukasnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya