Berita

Trump memberikan tangannya ke Putin/net

Dunia

Tillerson: Trump Lebih Dari Sekali Menekan Putin

SABTU, 08 JULI 2017 | 07:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Donald Trump dan Vladimir Putin membahas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun lalu, dalam pertemuan pertama mereka di Hamburg.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa Trump telah memahami penegasan Putin bahwa Rusia tidak bertanggung jawab atas apa yang dituduhkan intelijen AS itu.

Sementara Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, tidak jelas mengatakan soal kesepakatan dua negara mengenai isu tersebut.


"Saya pikir presiden fokus pada bagaimana kita bergerak maju dari sesuatu, yang mungkin merupakan pertengkaran, yang sulit dilakukan pada saat ini," kata Tillerson, setelah pertemuan berlangsung, di arena KTT G20.

Topik lain yang dibahas selama pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam 15 menit itu, alias lebih panjang dari yang direncanakan, adalah termasuk isu perang Suriah, terorisme internasional dan keamanan dunia cyber.

Tillerson menyebut, Trump membuka pertemuan dengan menyatakan ada kekhawatiran besar rakyat Amerika mengenai campur tangan Rusia dalam pemilihan 2016.

"Mereka membahas sangat kuat dan panjang mengenai masalah ini. Presiden (Trump) menekan Presiden Putin lebih dari satu kali mengenai keterlibatan Rusia. Presiden Putin membantah keterlibatan tersebut, seperti yang saya kira telah dilakukannya di masa lalu," lanjut Tillerson, dikutip BBC.

Namun, meski Trump menekan lebih dulu, Tillerson mengakui dua pemimpin dunia tersebut "terhubung dengan sangat cepat".

"Ada chemistry positif yang sangat jelas antara keduanya. Ada banyak masalah di atas meja, hampir semua hal tersentuh. Tidak satu pun dari mereka ingin berhenti," ungkapnya menggambarkan pertemuan itu.

Bahkan dia mengatakan, First Lady AS, Melania Trump, pun tak berhasil menghentikan pembicaraan kedua tokoh tersebut.

Sedangan Lavrov menjelaskan, Trump mengatakan bahwa dia sudah mendengar pernyataan yang jelas dari Putin bahwa pihak berwenang Rusia tidak melakukan intervensi apapun ke dalam Pipres AS pada November tahun lalu. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya