Berita

Net

Politik

DPR Jangan Ragu Potong Usia Pensiun Hakim Agung

SABTU, 08 JULI 2017 | 01:50 WIB | LAPORAN:

DPR RI diminta tidak ragu memotong usia pensiun hakim agung dalam RUU Jabatan Hakim yang kini tengah dibahas. Sebab, usia pensiun 70 tahun yang berlaku dalam undang-undang saat ini dianggap terlalu tua.

"Dulu itu usia pensiun hakim agung itu 65 tahun kemudian dinaikkan menjadi 70 tahun, tapi kan ternyata terlalu sepuh. Banyak yang tidak kuat, yang sakit, yang stroke. Jadi, alangkah baiknya dikembalikan ke 65 tahun atau minimal 67 tahun seperti dalam draf yang disodorkan pemerintah," jelas Hakim Agung Gayus Lumbuun kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/7).

Gayus saat ini berusia 69 tahun. Meski begitu, dia tidak mempermasalahkan jika RUU Jabatan Hakim diketok dengan memotong masa pensiun.


"Kalau diketok 67 atau 65 (tahun), saya akan langsung pensiun karena sudah lewat. Tapi tidak apa-apa, saya tidak masalah," kata mantan anggota Komisi III DPR tersebut.

Sebagai orang dalam di Mahkamah Agung dia amat tahu tantangan yang dihadapi hakim agung. Kasus yang harus diselesaikan sangat menumpuk. Hal itu membutuhkan stamina dan kondisi tubuh yang optimal. Karenanya, usia hakim agung tidak boleh terlalu sepuh.

"Kalau masih fit seperti saya, tidak masalah. Tapi banyak juga kan yang sudah tidak kuat," ujar Gayus.

Dia juga meminta DPR memasukkan kembali aturan pelibatan Komisi Yudisial dalam proses rekrutmen hakim di dalam RUU Jabatan Hakim. Alasannya, rekrutmen internal menunai banyak masalah. Mulai dari kurang berkualitasnya calon yang dipilih sampai adanya kasus calon titipan.

"Rekrutmen ini perlu pelibatan pihak luar yaitu KY. Agar pelaksanaan rekrutmen nanti benar-benar berjalan baik dan menghasilkan para hakim yang baik," demikian Gayus. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya