Berita

Net

Politik

Taufik Minta Pansus KPK Hindari Kontroversi

SABTU, 08 JULI 2017 | 00:27 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta Panitia Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghindari langkah yang dapat memicu kontroversi dan menimbulkan perbedaan tafsir di tengah masyarakat.

Semua personil pansus harus dapat menjaga objektivitas dan independen dalam menjalankan agendanya agar bisa diterima masyarakat.

"Sebagai pimpinan saya menyarankan dan mengingatkan, tolong dihindari langkah yang berpotensi melahirkan perbedaan tafsir di masyarakat. Pansus KPK sudah mendapat berita negara, sehingga harus bekerja proporsional, obyektif, independen, dan memberikan hasil terbaik untuk semua pihak," pinta Taufik di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (7/7).


Taufik meyakini, setiap langkah pansus didasari atas niat baik, bukan untuk melemahkan lembaga KPK. Namun, langkah pansus mendengarkan curhatan para narapidana di Lapas Sukamiskin Kamis kemarin telah melahirkan kontroversi di tengah masyarakat. Banyak yang menganggap, langkah tersebut dilakukan pansus hanya untuk mencari-cari keburukan KPK.

"Saya juga yakin tidak ada niat buruk dari pansus untuk melemahkan (KPK). Tapi, lahirnya perbedaan tafsir di tengah masyarakat juga perlu dipertimbangkan," cetus politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Lanjut Taufik, pansus harus hati-hati dalam bekerja. Pansus juga tidak boleh kehilangan fokus dalam menjaga mandat yang telah diamanatkan konstitusi.

"Semua orang harus menghormati. Pansus KPK juga tak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan negara," tandasnya. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya