Berita

said Aqil Siradj/Net

Politik

PBNU: Kami Tunggu Bukti Presiden Batalkan Permendikbud

JUMAT, 07 JULI 2017 | 21:46 WIB | LAPORAN:

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk membatalkan peraturan Mendikbud 23/2017 tentang lima hari sekolah.

Menurut Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, Permen tersebut bakal menutup upaya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk tetap menjalankan kebijakan full day school tahun ajaran 2017-2018.

Said Aqil menilai, kebijakan tersebut dapat menggerus keberadaan Madrasah yang telah menjadi budaya masyarakat Indonesia untuk mendalami pendidikan agama Islam.


"Disamping itu, pelajaran agama di sekolah umum yang hanya dua jam dalam satu minggu tidak bisa menganti pendidikan Agama di Madrasah," jelas dia di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (7/7).

Hal itu jugalah yang menjadi alasan pihaknya menolak dengan keras kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy itu.

"Kami menunggu bukti nyata bahwa Permen itu telah dibatalkan, karena Mendikbud masih bersikeras menjalankan Permen yang konon sudah dibatalkan itu," jelasnya.

Bukan hanya PBNU yang menolak kebijakan Muhadjir. Sebanyak 13 organisasi islam lainnya juga senada dengan PBNU. Mereka sepakat menolak lima hari sekolah dengan waktu belajar delapan jam.

13 Ormas Islam tersebut yakni, Al-Irsyad Al Islamiyyah, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Tarbiyah lslamiyah (PERTI)

Kemudian Mathla'ul Anwar, Yayasan Az Zikra, Al-Ittihadiyah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Rabithah Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Nahdlatul Wathan (NW) serta Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI). [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya