Berita

Politik

Sekda Jabar Ini Daftar Ke PDIP Setelah Didorong Para Ulama

JUMAT, 07 JULI 2017 | 14:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kedatangan Sekretaris Daerah Perovinsi Jawa Barat Iwa Karniwa ke Kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro 58 Menteng, Jakarta Pusat, untuk mendaftar calon gubernur dalam Pilkada Jawa Barat 2018 diawali dengan shalat tahajud dan istighosah.

"Kemudian pagi-pagi berangkat bersama ulama dan para tokoh masyarakat," kata Iwa Karniwa di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat (Jumat, 7/7).

Iwa, yang didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat, diterima Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Bambang DH. Dan memang keputusan Iwa untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Jabar bukan hanya kehendak sendiri, namun atas dorongan dari banyak masyarakat, termasuk para alim ulama di Jabar.


"Saya diminta oleh para ulama untuk maju. Makanya saya enggak bisa menolak. Dan yang saya pilih melalui PDIP,"ujarnya.

Iwa semakin mantap untuk maju sebagai bakal calon karena namanya masuk dalam survei popularitas dan elektabilitas bakal calon Gubernur Jabar. Misalnya dalam survei Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam survei yang dilakukan pada 22 Mei-4 Juni 2017, terdapat lima bakal calon yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas memadai untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat 2018. Yakni Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Dede Yusuf, Iwa Karniwa, dan Dedi Mulyadi.

"Terakhir survei saya nomor empat dan trendnya terus naik. Jadi memang kecenderungan itu juga yang membuat saya yakin bisa mengabdi kepada masyarakat nantinya," tegas Iwa.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Bambang DH mengatakan, Iwa Karniwa datang mendaftar melalui jalur DPP PDIP dengan kekuatan besar, sehingga atas nama DPP PDIP pihaknya yakin kedatangan ini akan membawa manfaat bagi masyarakat Jabar.

Terkait mekanisme pencalonan, Bambang  menjelaskan bahwa sebenarnya bisa saja melalui struktur kabupaten yakni DPC dan bisa juga melalui provinsi atau DPD. Namun karena di DPD Jabar sudah tertutup, maka memungkinkan melalui pintu DPP.

"Selain itu Iwa juga datang dengan kekuatan yang solid bersama alim ulama, gabungan pengusaha, tokoh adat, nelayan dan sejumlah paguyuban masyarakat. Maka kita doakan," jelas Bambang.

Dituturkan Bambang, sebenarnya ada beberapa calon yang terpanggil untuk mengabdi lewat pintu DPP PDIP dan tentunya semua mengikuti mekanisme yang sudah diatur secara kelembagaan. Pendaftaran di DPP sendiri akan dibuka sampai akhir Juli ini. Bambang mengingatkan bahwa salah satu acuan yang akan menentukan siapa yang akan diusung PDIP adalah sejauh mana penerimaan masyarakat dan tingkat keterpilihan terhadap sang calon.

"Karena itu saran saya kepada calon ya turunlah ke bawah meraih dukungan. Salah satu yang jadi acuan adalah tren kecenderungan survei penerimaan masyarakat. Malah survei kita lakukan bukan hanya orang perorang tapi juga paduan pasangan calon," jelasnya.

Selain itu, nantinya juga akan ada psikotest dan fit and proper test. Akan dilihat sejauh mana penguasaan wilayah, integritas, komitmen, leadership dan sebagainya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya