Berita

Zulkifli Hasan/net

Politik

Ketua MPR: Pemindahan Ibu Kota Kapan-kapan Saja

JUMAT, 07 JULI 2017 | 13:18 WIB | LAPORAN:

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, tidak setuju dengan rencana pemindahan pusat pemerintahan seperti diusulkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Dia merasa khawatir bila rencana itu dilakukan dalam waktu dekat maka menimbulkan skandal korupsi baru. Apalagi, jika melibatkan unsur swasta.

"Kalau ibu kota pindah, swasta malah skandal nanti. Publik akan tanya. Kalau swasta yang memindahkan pusat pemerintahan bagaimana? Bayangkan, pusat pemerintahan dipindahkan swasta," kata Ketua MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/7).


Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku setuju pemindahan ibu kota, tapi tidak dilakukan dalam waktu dekat. Terlebih lagi dalam situasi keuangan negara yang masih sangat sulit.

Daripada memikirkan proyek pindah ibu kota, Zulhas mengimbau Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla fokus dengan janji-janji politik yang pernah mereka lontarkan saat masa kampanye Pilpres 2014.

"Bahwa Ibukota jangka panjang perlu pisah dengan pusat bisnis, saya setuju. Tapi kapan-kapan saja, jangan sekarang," saran dia.

"Saya kira pemerintah perlu fokus. Utang kita kan sudah banyak, janji Jokowi-JK sedang dalam proses, tol Sumatra belum selesai, tol Jawa belum selesai, irigasi belum selesai, banyak sekali program belum selesai. Swasembada pangan belum beres, harga daging, tarif listrik dan lainnya. Jadi, banyak PR," imbaunya.

Apalagi, pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pilpres akan dimulai dalam waktu dekat ini.

"Tahun depan sudah masuk tahun politik, tahun depan pendaftaran DPR, sudah penjaringan Capres-Cawapres. Oktober sudah penetapan calon Pilkada 2018. Pemindahan ibu kota kapan-kapan," ucapnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya