Berita

Didi Irawadi Syamsuddin/net

Politik

Demokrat: Pansus KPK Citrakan Koruptor Sebagai Orang Teraniaya

JUMAT, 07 JULI 2017 | 12:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sepak terjang dan pergerakan Pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di DPR RI semakin tidak jelas. Apalagi, setelah para anggotanya menemui terpidana korupsi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung.

"Dengan kasat mata makin terbaca Pansus KPK sarat kepentingan politiknya. Kerja Pansus KPK terlihat terlalu jauh ingin masuk ke ranah penegakan hukum yang sudah final dan selesai," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, dalam keterangan pers (Jumat, 7/7).

Dia ingatkan, keberadaan para koruptor di Lapas justru membuktikan kekuatan dan keberhasilan KPK.  Terpidana korupsi pada umumnya telah melewati proses hukum panjang, dimulai proses penyidikan di KPK, berlanjut di pengadilan negeri, proses banding hingga kasasi. Dan ketika ada hal merugikan, sekecil apapun terdakwa kasus korupsi akan melawan habis-habisan. Tidak jarang mereka didampingi pengacara-pengacara ternama yang sangat paham dan menguasai pembelaan di pengadilan.


"Sehingga bila terjadi pelanggaran dalam proses hukumnya, pasti sejak jauh hari tidak tinggal diam. Lihat saja, bahkan sejak awal, upaya hukum melalui pra pradilan kerap dilakukan oleh tersangka kasus korupsi. Segala upaya dan celah hukum sudah pasti dilakukan oleh koruptor," jelas Didi.

Langkah Pansus menemui para narapidana korupsi yang sudah dijatuhi hukuman memberi kesan Pansus lebih menyorot hak-hak napi yang dilanggar ketimbang perbuatan tercela mereka yang sudah merugikan negara dan rakyat.

"Apa yang dilakukan oleh Pansus memperjelas bahwa langkah tersebut sudah cross the line, dan dapat dikategorikan mengintervensi penegakan hukum yang final dan mengikat. Lebih jauh terkesan membangun pencitraan bahwa koruptor-koruptor itu orang teraniaya," lanjutnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya