Berita

Politik

Terima Kasih Indonesia

KAMIS, 06 JULI 2017 | 14:15 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

RABU, 5 Juli 2017, di Jalan Cendana, Lieus Sungkharisma bicara lagi soal "Terima Kasih Indonesia". Kali ini, di depan Hutomo Mandala Putera atau Tommy Suharto. Sebelumnya, dia pernah bicara soal ide ini dengan Tommy Winata (TW), Harry Tanoe (HT) dan Ahmad Dhani.

Indonesia, negeri subur, tapi rakyatnya dibiarkan miskin. Sebuah negeri dengan 17 ribu pulau, 1340 suku dan 1211 bahasa. Hanya di Indonesia, empat peradaban hidup di waktu yang sama. Pohon nyiur ada di mana-mana. Emas, perak, biji besi, minyak berlimpah. Tan Malaka bilang, "Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan".

72 tahun pasca proklamasi, modernitas, globalisasi dan teknologi informasi menggerus kearifan lokal, tata krama dan persatuan Indonesia. Para patriot semakin berkurang. Negara sepenuhnya dikuasai pemain politik, plutocrat, broker, comprador, dan benalu sosial.


Tommy Suharto menilai penetrasi asing semakin kuat cengkram Indonesia. Dia cemas melihat hutang Indonesia mencapai Rp 3.466,96 triliun. A heart-breaking situation.

Sementara Harry Tanoe miris soal gap antara kaya-miskin. The middle class menciut dan angka orang miskin semakin meroket. And they are not just a number of statistics. Mereka adalah manusia.

Sedangkan Tommy Winata memandang persatuan dan nasionalisme sebagai syarat pembangunan Indonesia.

Ketiga tokoh di atas, plus musisi Ahmad Dhani, menyambut positif rencana agenda "Terima Kasih Indonesia" dalam rangka HUT NKRI ke 72 tahun.

Entah apa yang akan dilakukan Lieus Sungkharisma selanjutnya. Dia bilang dia juga akan mengajak ulama, tokoh masyarakat, para guru bangsa, aktivis, budayawan agar bersatu, merajut harmoni dan berterima kasih kepada tanah, air dan udara Indonesia. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya