Berita

Luhut/net

Politik

Anies-Sandi Usulkan Pulau Hiburan Malam, Luhut: Terserah Dia Lah Mau Gimana

SELASA, 04 JULI 2017 | 18:12 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan tak mau ikut campur terkait usulan gubernur terpilih, Anies Baswedan, yang hendak menggunakan lahan reklamasi untuk kawasan hiburan malam.

"Ya terserah dia lah mau gimana, saya ndak campuri urusan DKI. yang jelas semua itu kan ada hitungannya, ada kajian pertimbangannya. Jadi semua harus by data," ujar Luhut kepada wartawan saat ditemui di Balai Kartini, Selasa (4/7).

Sebelumnya, tim kerja wisata dan budaya yang merupakan bagian dari tim pengarah Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengusulkan untuk menjadikan pulau reklamasi yang prosesnya akan dihentikan sebagai pusat hiburan malam di Jakarta.


"Kami mengusulkan agar kiranya salah satu pulau buatan yang sudah terlanjur jadi sebagai pusat hiburan malam di Jakarta, seperti ada di Dubai, Singapura, atau Pattaya (Thailand)," ujar salah satu anggota tim, Henry di Ballroom Kyai Maja, Cheers Residential Graha RSPP, Jakarta, Minggu (2/7) lalu.
 
Sementara, Sandi yang ikut dalam rapat itu mengaku pernah menerima usulan pemanfaatan pulau reklamasi dari tim kerjanya di bidang lain. Dalam usulan tersebut, pulau yang sudah terlanjur jadi akan dimanfaatkan sebagai kota olahraga.

"Di sini ada yang mengusulkan, bagaimana kalau wisata yang berbasis hiburan night life atau night entertainment itu di pulau yang sudah terbangun? Nanti kami tampung dulu masukannya," ujar Sandi.

Sandi mengaku optimistis untuk membangun dan meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Jakarta. Ia menyebutkan, nantinya kualitas pariwisata yang dikelola oleh BUMD akan ditingkatkan.

"Soal hiburan malam, setiap kota punya daya tariknya sendiri-sendiri. Masalah negatif seperti perjudian dan narkoba, tentunya kita tekankan saja peraturannya. Dan bisa saja kita cabut izinnya (jika melanggar)," demikian Sandi.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya