Berita

Net

Politik

Nasdem Sambut Baik Pemindahan Ibu Kota

SELASA, 04 JULI 2017 | 17:43 WIB | LAPORAN:

Wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke daerah lain disambut antusias oleh DPR RI. Salah satunya anggota Komisi IV Hamdhani dari Fraksi Partai Nasdem yang menyatakan sikap setuju.

Meski kajian belum dirampungkan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), sukses atau tidaknya pemindahan ibu kota yang sudah direncanakan sejak era Presiden Soekarno tergantung niat politik atau political will dari pemerintahan saat ini.

"Tentu saya sangat antusias kalau ibu kota dipindah, tapi juga harus dibarengi dengan keseriusan," tuturnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta (Selasa, 4/7).


Hamdhani menjelaskan, political will diperlukan untuk mewujudkan rencana besar tersebut. Selama ini, satu-satunya yang menghambat pemindahan ibu kota adalah terkait pembiayaan. Beberapa kalangan menyebut biaya pemindahan ibu kota bisa mencapai ribuan triliun, sedangkan di tahun 2015 ketika Bappenas masih dipimpin Adrinof Chaniago pernah diungkapkan biaya pemindahan ibu kota sekitar Rp 100 triliun. Biaya sebesar itu dibagi menjadi beberapa termin dalam jangka waktu 10 tahun.

"Semua soal biaya saja, menurut saya, besar sekali yang harus dikeluarkan negara. Tapi saya dengar kan Kepala Bappenas akan melibatkan swasta dalam pemindahan ini. Itu malah lebih bagus, jadi tidak terlalu membebani negara," ujarnya.

Skema Private Public Partnership (PPP) yang disebut Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro punya banyak keuntungan. Pertama, anggaran untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, transportasi, perumahan untuk PNS di daerah yang ditunjuk sebagai ibu kota baru bisa dibagi dengan swasta.

Kedua, swasta berperan pada pembangunan ekonomi masyarakat. Ketiga, pemerintah akan berfokus pada tata ruang dan wilayah supaya ibu kota yang baru menjadi kota yang modern sesuai standar internasional.

"Kami tunggu kajian dari Bappenas seperti apa. Tempo hari selesai Agustus tahun ini, tapi kita lihat saja sampai akhir tahun," demikian Hamdhani. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya