Berita

Net

Politik

KPK Tidak penting Tanggapi Wacana Pembubaran

SENIN, 03 JULI 2017 | 22:09 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menganggap penting pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang berniat membubarkan lembaga itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, pihaknya tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan memilih tetap bekerja secara maksimal.

"Saya kira itu tidak terlalu penting untuk ditanggapi. KPK lebih baik bekerja secara maksimal saja. Kita akan tangani perkara kasus korupsi," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/7).


Menurut Febri, KPK menyadari banyak pihak yang merasa terganggu dengan kerjanya selama ini, sehingga seringkali timbul tekanan dan pelemahan terhadap lembaga anti rasuah. Namun, hal tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja KPK dalam memberantas korupsi.

"Kami akan terus bekerja saja, sesederhana itu. Pernyataan-pernyataan atau tekanan-tekanan tidak akan berhasil menghentikan atau membuat KPK memperlambat penanganan perkara," tegasnya.

Fahri Hamzah sebelumnya menyarankan agar sebaiknya KPK dibubarkan karena sudah tidak diperlukan lagi. Selain KPK, dia juga menyebut bahwa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) juga sebaiknya dibubarkan.

Fahri menilai, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah mengalami konsolidasi demokrasi dan penguatan institusi secara baik. Menurut dia, keberadaan Komnas HAM, KPK dan lembaga sampingan lain tidak relevan lagi saat ini. Jika kedua lembaga tersebut dibubarkan, pemerintah juga bisa menghemat anggaran negara. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya