Berita

Listrik/Net

Politik

Wakil Rakyat Gagal Perjuangkan Listrik Rakyat

JUMAT, 30 JUNI 2017 | 16:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

DPR RI sebagai wakil rakyat dinilai gagal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat karena menyetujui pencabutan subsidi berdaya 900 VA.

Pengamat kebijakan publik Syafril Sjofyan menilai bahwa DPR sebagai wakil rakyat menjaga amanat rakyat karena dengan mudah menyetujui pencabutan subsidi listrik, tanpa melakukan pengawasan dan audit PLN forensik terlebih dahulu.

"Kegagalan fraksi di DPR RI ini juga merupakan kegagalan partai-partai," jelasnya seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (30/6).


Syafril menjelaskan bahwa definisi pembangunan listrik seharusnya merupakan infrastruktur yang merupakan tanggung jawab pemerintah. Artinya subsidi wajib dilakukan pemerintah sesuai UUD 45 yang asli.

"Jadi listrik bukan merupakan komiditi yang harus mencari keuntungan. Tercatat pada 2016 PLN untung bersih Rp 10,5 triliun, sementara pemerintah mendapatkan pajak Rp 5 triliun," jelasnya.

Lebih lanjut, Syafril juga membandingkan harga listrik Indonesia dengan negara-negara di Asean. Fakta menyebutkan bahwa listrik di Indonesia yang paling mahal.

"Padahal pendapatan perkapita rakyat Indonesia 1 banding 5 dari pendapatan rakyat Malaysia," urainya.

Atas dasar itu, Syafril mempertanyakan kembali arti keberadaan DPR sebagai wakil rakyat. Pasalnya, DPR nyata-nyata lebih mementingkan kepentingan partai.

"Ada pemikiran jika DPR RI sebaiknya dibubarkan jika tidak lagi menyuarakan kepentingan rakyat, terutama rakyat miskin," pungkas aktivis '77-78 itu. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya