Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat: Petahana Bisa Kalah Di Pilbup Cirebon 2018

RABU, 21 JUNI 2017 | 15:38 WIB | LAPORAN:

Incumbent akan tetap diuntungkan dalam masa kampanye karena sudah memiliki tingkat popularitas tinggi, dan menjalankan program kerja dalam waktu lima tahun terakhir.

Namun begitu, posisi petahana bisa saja tumbang bila calon non incumbent mampu meraih simpati dan kepercayaan masyarakat lebih tinggi.

Begitu analisa pengamat politik Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago dalam rilis pers, Rabu (21/6).


"Incumbent tetap akan diuntungkan karena sudah ada nama dan tingkat popularitasnya tinggi. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa tersalip oleh non incumbent seperti yang terjadi di DKI dan Banten," ujar pria yang akrab disapa Ipang tersebut.

Ketika disinggung mengenai Anggawira, sosok yang gencar menginisiasi "Gerakan Memakmurkan Cirebon", Ipang mengatakan partai politik menjadi salah satu unsur penting untuk mendongkrak elektabilitas calon. Terlebih bila partai tersebut pernah memenangkan kandidatnya dalam kontesasi Pemilihan Daerah.

"Selain itu figur sang calon sendiri juga mempengaruhi penilaian masyarakat. Bagaimana cara dia menyampaikan pesan dan program ke publik? Cara melakukan pendekatan ke masyarakat, dan lain sebagainya," kata Ipang.

Adapun cara menyentuh masyarakat Cirebon, lanjutnya harus berdasarkan riset karakteristik masyarakat Cirebon. Biasanya, kata Ipang masyarakat akan tertarik dengan kandidat yang mampu menyentuh sisi humanisme mereka.

“Melakukan strategi lewat pendekatan humanisme. Program yang disampaikan juga jangan hanya bilang akan- akan saja, tapi harus logik dan rasional,” imbuhnya.

Sementara politik uang demi menjaring dukungan warga dikatakannya tidak akan banyak membawa dampak positif. Sebab, melihat fenomena beberapa calon kepala daerah yang membagi - bagikan sembako kepada warga tetap kalah suara pada saat pemilihan umum.

"Jangan hanya andalkan kekuatan uang saja, seperti kemarin ada calon yang bagi - bagi sembako nyatanya kalah juga. Jadi politik uang tidak begitu berpengaruh," tegas Ipang.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya