Berita

Ansufri Idrus Sambo/RMOL Jakarta

Politik

Alumni 212 Persilakan Semua Terlibat Rekonsiliasi, Kecuali Komunis

SELASA, 20 JUNI 2017 | 15:35 WIB

Semua tokoh bangsa dengan apapun latar belakang politiknya diperkenankan untuk terlibat dalam rekonsiliasi antara GNPF-MUI dengan pemerintah, terkecuali berpemikiran komunis.

Begitu disampaikan Ketua Presidium Alumni 212, Ustaz Ansufri Idrus Sambo kepada wartawan, Selasa (20/6). Ustaz Sambo mengatakan jika itu adalah konsep rekonsiliasi yang diinginkan oleh pihaknya terhadap pemerintah.

"Ya, konsep kita, rekonsiliasi itu, tidak boleh menyertakan mereka yang berbau-bau komunislah," kata Ketua Presidium Alumni 212, Ustaz Ansufri Idrus Sambo kepada wartawan, Selasa (20/6) seperti dimuat RMOLJakarta.Com.


Ustaz Sambo mengatakan, konsep rekonsiliasi yang diinginkan oleh pihaknya terhadap pemerintah untuk memecahkan persoalan kebangsaan saat ini. Karenanya, seluruh anak bangsa diharap mau berembug memikirkan hal itu.

"Tidak ada yang boleh merasa lebih superior, atau lebih berkuasa. Semuanya setara sebagai anak bangsa, kecuali satu yang tidak boleh ada dan tak boleh ikut dalam rekonsiliasi itu, yaitu anasir-anasir pendukung bangkitnya komunisme di Indonesia, itu yang tidak boleh," ujarnya.

Sambo menjelaskan, ketidakinginannya berdialog dengan kelompok yang beraliran komunis bukan karena sentimen agama atau politik, melainkan karena dilarang oleh konstitusi.

"Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) masih berlaku. Jadi, segala hal yang berbau paham komunis merupakan hal terlarang, jadi itu pegangan kita, komunisme tak boleh diberi kesempatan untuk hidup di NKRI, itu konstitusional," tegas Ustaz Sambo.

Namun demikian, dia juga yakin bahwa anasir-anasir komunis sudah muncul di sekitar pusat kekuasaan, bahkan menjadi sumber kegaduhan, termasuk dalam kasus-kasus kriminalisasi maupun diskriminasi hukum terhadap para aktivis dan ulama.

"Justru kita juga fahamlah, apa yang diyakini ustaz Alfian Tanjung, kita cukup mengerti kalau kemudian malah beliau yang ditangkap, makanya kalau dialog rekonsiliasi itu Jokowi setuju digelar, ya syarat utamanya orang-orang komunis tak boleh ikut di dalamnya," pungkasnya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya