Berita

Bambang Soesatyo/Net

Politik

Bamsoet: Masak Harus Minta Bantuan Kopassus Untuk Panggil Paksa

SELASA, 20 JUNI 2017 | 10:58 WIB | LAPORAN:

Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo tidak menyangka Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bakal mengeluarkan pernyataan bahwa UU MPR, DPR, DPD RI, dan DPRD (MD3), khususnya terkait panggil paksa, tidak jelas hukum acaranya.

Bahkan menurut Kapolri Tito, aturan yang tertuang dalam pasal 204 dan 205 UU MD3 itu tidak ada cantelannya di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Jujur saya agak surprise mendengar statement Kapolri Jend Pol Tito Karnavian," ujar Bambang dalam keterangan yang diterima wartawan, Selasa (20/6).


Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini mengatakan bahwa dirinya juga rekan-rekan se-komisi seperti Benny Harman, Sudding, Aziz Syamsuddin, Ahmad Yani, dan Desmond J Mahesa masih ingat betul proses penyusunan UU MD3 tersebut. Di mana rumusan pasal 204 dan 205 UU MD3 justru atas permintaan Kapolri ketika itu, Jenderal Pol Sutarman.

Dengan rumusan itu, menurut Kapolri Sutarman, sudah sangat cukup bagi Polri melaksanakan perintah DPR. Sehingga tidak perlu diatur lebih detail.

Itu dikemukakan Polri untuk menjawab permintaan anggota pansus RUU MD3 dari Demokrat Benny K Harman agar pasal tentang masalah pemanggilan paksa diatur secara tegas dalam UU MD3.

"Maka kemudian lahirlah UU nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 yang mengatur secara tegas dan jelas tentang tata cara dan pelaksanaan pemanggilan paksa itu di dalam pasal 204 dan 205," jelasnya.

Dalam pasal 204 ayat 1-5 UU 17/2014, mengatur jelas terkait pemanggilan paksa oleh Polri. Bahkan pada ayat 5 anggarannya pun diatur dan dibebankan ke DPR.

Bahkan, lanjutnya, pasal 205 ayat 7 UU MD3 secara tegas dan jelas juga memberikan hak dan kewenangan kepada pihak berwajib (polisi) untuk dapat melakukan penyanderaan paling lama 15 hari atas permintaan Pansus atau DPR.

"Nah, kalau sekarang Polri tiba-tiba menolak, masak DPR harus minta bantuan Kopassus atau TNI. Sementara di UU-nya jelas, itu tugas Polri," ketus politisi Partai Golkar ini.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya