Berita

Nasaruddin Umar/Net

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (42)

Spiritual Contemplations: Sima'an

SENIN, 19 JUNI 2017 | 10:38 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

SIMA'AN atau sama' sebuah kata yang lazim digunakan di lingkungan Pondok Pesantren. Sima'an berarti sebuah ba­caan kalam suci lalu berusaha meresapi maknanya. Sima’an bisa diartikan upaya untuk mempertajam telinga batin. Yang umum dibicarakan se­lama ini ialah mempertajam mata batin. Padahal, panca indera yang paling pertama berfungsi dan merasakan langsung suara Tuhan yang Maha Lembut dan Maha Indah ialah pendengaran kita. Itulah sebabnya telinga selalu disebutkan sebagai urutan pertama di dalam pe­nyebutan indera-indera kita di dalam Al-Qur'an. Lihat misalnya dalam ayat: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempu­nyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya" (Q.S. al-Baqarah/17:36).

Latihan membuat telinga batin sensitif di Turki dikenal Shema dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain menghayati sebuah lagu atau irama tertentu melalui pendengaran. Aktivitas sama’ di dalam praktik tasawuf merupakan suatu hal yang lazim. Hampir semua praktisi tasawuf mencintai suara merdu dan irama indah. Jalaluddin Rumi, seorang sufi seniman menciptakan model tarekat dengan memadukan lagu, irama, dan gerak yang lebih dikenal dengan sema' atau Whirling Dervishes. Para praktisi sufi di dalam dunia sunni pun juga akrab dengan sama'. Bahkan Imam Al- Gazali menyuguhkan satu bab khusus tentang kedudukan seni (religius) dalam Islam. Dalam bab itu ia menyatakan, orang yang tidak memiliki jiwa dan rasa seni dikhawatirkan hatinya kering dan perilakunya kasar. Karena itu hampir semua sufi mencintai seni, bahkan di antara mereka banyak yang menjadi praktisi seni.

Agak berbeda dengan umumnya ulama fikih, tidak begitu akrab dengan sama' atau seni pada um­umnya karena dianggapnya bid’ah yang tidak per­nah dilakukan Rasulullah. Bahkan ada yang men­gatakan bunyi-bunyian seperti seruling (mazamir) adalah pemanggil setan, dengan mengutip hadis Rasulullah yang merespons negatif sejumlah irama musik dan bunyi-bunyian dengan mengatakan pe­manggil setan. Namun dalam beberapa riwayat juga menyebutkan Rasulullah mencintai seni, bahkan ia juga seniman, minimal pencinta seni. Dalam artikel terdahulu, Sufi dan Seni sudah pernah dibahas secara khusus. Bagi kalangan salikin, sima’an sangat berarti untuk membantu lebih fokus kepada suasana batin yang diinginkan.


Setidaknya ada lima manfaat sima’an bagi para salikin: Pertama, melalui sima’an, yaitu menyimak dan menghayati lagu dan atau irama tertentu mereka dapat melembutkan jiwanya yang keras, meluruskan pikirannya yang selama ini sering bengkok, membersihkan dan memutihkan hati yang selama ini kotor. Kedua, para salikin dapat men­jadikan sima'an sebagai sarana untuk membuka hijab-hijab yang selama ini muncul sebagai akibat lamanya ia berpisah dengan Tuhannya. Ketiga, mendengarkan kembali komitmen spiritual yang pernah diikrarkan kepada Allah swt. Hampir setiap orang pernah menyesali perbuatan buruknya sambil berikrar untuk meninggalkan dunia hitam dan gelap itu lalu kembali ke jalan yang benar.

Keempat, ketika para salikin berada di dalam majlis sama' ketika itu mereka berusaha untuk mencontoh sahabat-sahabat spiritual dan para mursyidnya yang tanpa beban penuh perhatian dan fokus menghayati sebuah irama lagu dan musik yang mengandung nasehat-nasehat luhur. Dalam hati kecil para salikin terbetik keinginan untuk menjadi mursyid walau hanya di tengah keluarganya sendiri yang amat terbatas. Kelima, untuk menjadikan telinganya lebih sensitif terhadap pesan-pesan Tuhan. Bunyi-bunyi halus di berbagai tempat bisa dimaknai sebagai pesan yang berharga bagi manusia. Kita perlu mengingat, sebagian wahyu yang diterima Rasulullah Saw berupa bunyi-buyi lonceng, lalu Rasulullah menerjemahkannya ke dalam bahasa visual. ***

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Bahlil Maju Caleg di Pemilu 2029, Bukan Cawapres Prabowo

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:15

Temui Presiden Prabowo, Dubes Pakistan Siap Dukung Keketuaan Indonesia di D8

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:15

Rusia Pastikan Tak Hadiri Forum Perdana Board of Peace di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:06

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Mantan Pendukung Setia Jokowi Manuver Bela Roy Suryo Cs

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:58

Buntut Diperiksa Kejagung, Dua Kajari Sumut Dicopot

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:57

5 Rekomendasi Drama China untuk Temani Liburan Imlek 2026

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:47

Integrasi Program Nasional Jadi Kunci Strategi Prabowo Lawan Kemiskinan

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:44

Posisi Seskab Teddy Strategis Pastikan Arahan Presiden Prabowo Bisa Berjalan

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:41

Polri Ungkap Alasan Kembali Periksa Jokowi

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:39

Selengkapnya