Berita

Publika

Sesat Pikir Proyek Infrastruktur

SABTU, 17 JUNI 2017 | 14:06 WIB | OLEH: SYA'RONI

MENJELANG musim mudik Lebaran 2017, Pemerintah sesumbar telah melakukan persiapan matang. Di antara yang dibangga-banggakan adalah pembangunan jalan tol dan akan dioperasikannya jalur tol fungsional sepanjang 402 kilometer dengan rincian untuk Trans-Jawa, jalan tol yang fungsional sepanjang 337 kilometer sedangkan Trans-Sumatera 65 kilometer sehingga totalnya 402 kilometer.

Namun yang perlu dicermati bahwa di balik gemerlap pembangunan infrastruktur, ada sisi gelap yang perlu dikritisi yakni dicabutnya berbagai subsidi untuk rakyat.

Kebijakan yang saat ini paling menyakitkan adalah dikuranginya berbagai subsidi, yaitu subsidi listrik dan BBM. Akibatnya terjadi kenaikan tagihan terhadap sebagian pengguna listrik berdaya 900 Volt dan mulai hilangnya BBM jenis premium di berbagai SPBU milik Pertamina. Rakyat dipaksa untuk membayar TDL dan BBM dengan harga yang lebih mahal.


Alasan klasik Pemerintah mengurangi subsidi karena menganggap selama ini subsidi salah sasaran. Pemerintah berasumsi bahwa subsidi lebih banyak dinikmati oleh orang yang mampu.

Pemerintah pun mengklaim bahwa pengurangan subsidi dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, diantaranya  jalan tol yang dibangga-banggakan itu. Inilah letak sesat pikir pemerintah, karena alasan mencabut berbagai subsidi menganggap bahwa subsidi banyak dinikmati oleh orang kaya. Tapi pemerintah lupa bahwa pengguna tol terbanyak didominasi oleh orang-orang kaya yakni pemilik mobil pribadi. Sementara rakyat dari kalangan bawah banyak yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana mudik dan transportasi sehari-hari. Dan mungkin pemerintah lupa bahwa sepeda motor dilarang lewat jalan tol.

Jadi proyek pembangunan tol yang dibangga-banggakan pemerintah sejatinya hanya untuk melayani orang-orang kaya. Namun sayangnya dana pelayanan tersebut diambil dari mengurangi berbagai subsidi.

Sesat pikir ini harus segera diluruskan, tidak ada larangan bila pemerintah membabi-buta membangun infrastruktur tetapi dengan catatan jangan mencabut subsidi rakyat.

Pemerintah harus lebih kreatif dalam menggali sumber pendanaan. Jangan sedikit-sedikit mencabut subsidi. Lihatlah rakyat kecil gelagapan ketika membayar listrik yang semakin mahal. Atau melihat rakyat pengguna sepeda motor yang terpaksa membeli BBM dengan harga mahal karena premium sudah langka.

Mestinya Pemerintah menggenjot penerimaan dari BUMN. Tidak boleh ada lagi ada toleransi terhadap BUMN yang merugi. Sehingga sangat disayangkan sikap lembek Presiden Jokowi terhadap 26 BUMN yang merugi di semester I 2017. Sementara di sisi lain Presiden Jokowi sangat tegas ketika mencabut subsidi rakyat.

Presiden Jokowi harus segera memecat Menteri BUMN yang terbukti gagal membawa perbaikan bagi BUMN. Saatnya BUMN menjadi penopang utama pembangunan infrastruktur, dan jangan lagi mengurangi subsidi rakyat untuk membiayai ambisi pembangunan infrastruktur. [***]

Penulis adalah Ketua Presidium PRIMA (Perhimpunan Masyarakat Madani)

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya