Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Bandingkan OTT Recehan KPK Dengan Hasil Audit BPK RI

RABU, 14 JUNI 2017 | 12:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di tengah sindiran masyarakat terhadap operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bengkulu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI secara mengejutkan mengungkap temuan kerugian negara yang besar pada PT Pelindo II.

KPK dalam OTT di Bengkulu di Kejaksaan Tinggi Bengkulu beberapa waktu lalu mendapat kritik lantaran hanya mengamankan uang Rp 10 juta. Oleh publik, KPK bahkan disebut sedang melakukan OTT recehan.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kemudian mengajak publik untuk membandingkan kinerja KPK itu dengan BPK.


"Pada saat ramai KPK RI menangkap jaksa OTT recehan Rp 10 juta, BPK RI senyap temukan kerugian Rp 4, 08 triliun dalam kasus Pelindo II Gate," ujarnya dalam kicauannya di akun Twitter @Fahrihamzah sesaat lalu, Rabu (14/6).

Fahri dalam kicauan ini, mengajak publik untuk membandingkan secara objektif kinerja keduanya. Alat ukur pembandingnya, kata Fahri, adalah alat yang digunakan oleh kedua lembaga itu dalam bekerja.

"OTT recehan memakai alat sadap. Audit BPK memakai keahlian auditor. Ayo bandingkan," jelasnya.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah menyimpulkan adanya indikasi kerugian keuangan negara pada PT Pelindo II minimal sebesar Rp 4,08 triliun. Simpulan ini merupakan hasil pemeriksaan investigasi atas perpanjangan kerjasama pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan Pelindo II berupa kerja sama usaha dengan PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT).

Adapun laporan investigatif ini diserahkan BPK kepada DPR, Selasa (13/6) di Gedung DPR, Jakarta. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya