Berita

Foto/Net

Politik

Nyerang KPK... Pak Jaksa?

Viralkan #OTT Recehan
SELASA, 13 JUNI 2017 | 09:46 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Selepas penangkapan Kasi Intel III Kejati Bengkulu, Parlin Purba oleh KPK, muncul dua foto jaksa yang meminta "Stop OTT Recehan". Foto-foto ini menjadi viral di linimasa. Nyerang KPK...Pak Jaksa?

Ada dua foto yang tersebar di media sosial. Foto pertama, seorang jaksa laki-laki berseragam memegang kertas dengan tulisan, "Kami terus bekerja walau anggaran terbatas. Kami tetap semangat walau tanpa pencitraan. Kinerja kami jangan kamu hancurkan dengan #OTTRecehan". Sementara foto kedua, seorang jaksa perempuan memegang kertas seukuran, namun beda tulisan. Isinya, "Sudah ribuan perkara korupsi kami tangani, sudah triliunan uang negara kami selamatkan. Kinerja kami jangan kamu hancurkan dengan #OTTRecehan".

Untuk diketahui, dalam OTT terkait kegiatan pulbaket proyek pembangunan irigasi yang berada di bawah Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Provinsi Bengkulu, KPK hanya menyita uang Rp 10 juta dari tangan Parlin.


Dikonfirmasi soal foto itu, Jaksa Agung M Prasetyo menyebut, itu bentuk ekspresi kekecewaan para jaksa terhadap oknum jaksa yang tertangkap tangan oleh KPK. "Itu bentuk kekecewaan jaksa-jaksa yang saya katakan, banyak berintegritas, yang berdedikasi tinggi. Jadi di tengah keterbatasan, dia masih melakukan tugasnya dengan baik. Ketika ada oknum yang melakukan, apa itu, penyelewengan, apa pun bentuknya, itu menjadi kekecewaan mereka," ujar Prasetyo dalam acara buka bersama di Kejagung, kemarin petang. Dalam acara itu, hadir Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Hadir pula beberapa pimpinan Komisi III DPR.

Prasetyo mengaku tak mempermasalahkan foto itu. Dia justru mengapresiasi lantaran foto itu sejalan dengan upaya penertiban yang dilakukan jajarannya. "Sekecil apapun kesalahannya, siapa yang salah harus dihukum," tegasnya.

Dia membantah foto yang viral itu adalah bentuk perlawanan kejaksaan kepada KPK. "Siapa bilang?" ujarnya dengan nada tinggi. Prasetyo menegaskan, Kejaksaan menghormati proses hukum yang dilakukan KPK terhadap anggotanya. Kejaksaan juga mendukung penuh langkah KPK memberantas oknum jaksa nakal. "Kami tidak akan menghalang-halangi, tidak akan menutup-nutupi, dan juga tidak akan membela. Jadi silakan saja," katanya.

Dalam sambutannya, Prasetyo sempat curhat. Awalnya, dia menyebut, acara buka bersama dengan pimpinan KPK ini merupakan wujud silaturahim untuk merajut kebahagian dan keindahan. "Hanya saja kebahagian kami sempat terusik, Pak Agus. Karena ada anggota kejaksaan yang masih nakal. Dan terpaksa kami berurusan dengan KPK, Pak Laode Syarif," tuturnya.

Menurutnya, pimpinan Kejaksaan Agung tidak pernah berhenti memberi petunjuk dan arahan agar tak ada lagi oknum jaksa yang "bermain" dalam penanganan perkara. Namun, jumlah jaksa ada lebih dari 10 ribu. Dia meminta masyarakat tak menggeneralisir semua jaksa kotor akibat adanya OTT terhadap beberapa jaksa ini. "Hanya mohon maaf dan maklumi ada satu dua jaksa nakal karena ada 10 ribu lebih anggota jaksa, kalau ada satu dua jaksa yg nakal yang menyimpang tentu itu oknum, tidak perlu digeneralisir, ya harus adil lah. Malah Pak Agus harus sering menangkap lagi. Tapi itu berpulang kepada kita semua," tutupnya.

Agus Rahardjo juga tak permasalahkan foto-foto tersebut. "Tidak apa-apa kok," ujarnya. Menurutnya, itu menjadi bahan instropeksi buat Kejaksaan.

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo meminta tindakan seperti memviralkan foto itu dihentikan. "Munculnya gambar viral dengan terang-terangan dan tanpa ditutupi wajahnya, para jaksa muda menurut saya mungkin saja bentuk kekecewaan. Tapi menurut saya juga hal ini harus dihentikan karena tidak baik bila para penegak hukum itu saling membully," ujarnya, kemarin.

Bambang mengingatkan, di KPK juga ada jaksa. Dia meminta foto-foto dengan tanda pagar #OTTRecehan menjadi introspeksi semua pihak. "Saya miris juga atas beredarnya foto-foto itu. Itu harus jadi koreksi semua pihak tidak hanya KPK, jaksa tapi juga penegak hukum lain harus saling introspeksi," tandasnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya