Berita

Jokowi lantik pejabat UKP PIP/Net

Politik

KH Murtadlo Dimyati: Tak Perlu Lagi Ada UKP Pancasila

MINGGU, 11 JUNI 2017 | 23:50 WIB | LAPORAN:

RMOL. Presiden Joko Widodo telah membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) yang diketuai oleh Yudi Latief dengan Ketua Dewan Pengarah, Megawati Soekarnoputri pada 7 Juni 2017.

Tokoh yang bergabung dalam Dewan Pengarah UKP PIP diantaranya, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, KH Ma'ruf Amin (Ketua MUI), KH Said Aqil Siradj (Ketum PBNU), Syafii Maarif (mantan Ketum PP Muhammadiyah), Mahfud MD (mantan Ketua MK), Andreas Anangguru Yewangoe, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Sudhamek.

UKP PIP atau UKP Pancasila ini tak sama dengan program penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di era Orde Baru. Harapannya, lembaga ini bisa menjalankan kerukunan di antara elemeb bangsa, menjaga persaudaraan dan saling menghormati sesama anak bangsa.


Hal ini dikritisi oleh sejumlah ulama Banten. Karena seharusnya UKP PIP itu segera menjalankan program seperti P4.

"Laksana para santri diwajibkan mengaji setiap saat. Jadi pengamalan, bukan lagi teori pemahaman apalagi pengalaman. Ini bisa serempak se-Indonesia," kata pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Cidahu, Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, KH Murtadlo Dimyati dalam pesannya, Minggu (11/6)

Kiai Murtadlo mencontohkan, masih menjadi teka-teki pertanyaan di benaknya mengenai slogan atau sabda tentang 'Saya Indonesia, Saya Pancasila'. "Lain lagi dengan 'Saya Putera Indonesia, Saya Insan Pancasilais'. Karena ideologi Pancasila merupakan syarat mutlak sahnya berbangsa dan bernegara," jelas putra kedua ulama kharismatis Banten, KH Muhammad Dimyati itu.

Karena itu, Kiai Murtadlo menambahkan, seharusnya UKP PIP menitikberatkan pada pengamalan langsung nilai-nilai Pancasila. Bukan lagi berkutat merancang program teori pemahaman dan pengalaman Pancasila, yang sebenarnya sudah ada.

"Yang amat mendesak adalah pengamalan, bukan pengalaman Pancasila. Jadi nggak perlu UKP. Toh, tinggal membuka aslinya Pancasila saja. Sepanjang tidak dibuka dan masuk ke aslinya, jangan diharap. Didik kembali tunas-tunas bangsa dan hafal pokok-pokok sila-sila Pancasila," pungkasnya. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya