Berita

Bawaslu/net

Politik

Bawaslu Diyakini Akan Jadi Bemper Partai Politik

MINGGU, 11 JUNI 2017 | 03:20 WIB | LAPORAN:

Dalam UU Pemilu nanti, salah satu poin yang cukup krusial adalah saksi partai politik yang dilatih oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia.

Demikian disampaikan Sekjen Serikat Kerakyatan Indonesia (SAKTI) Girindra Sandino melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Sabtu (10/6).

Dalam perkembangannya saksi dari partai politik untuk mengawasli jalannya tahapan, khususnya di hari pemungutan suara dan tahapan rekapitulasi, yang tadinya dibiyai oleh Negara namun kini disepakati dibiayai oleh partai politik.


Girindra pun mengaku pihaknya merasa ada kejanggalan soal saksi parpol harus dilatih Bawaslu. Padahal pelatihan saksi merupakan bentuk kaderisasi anggota parpol yang merupakan tugas dari partai politik.

"Pansus harus menjelaskan ini kepada publik, tidak ada asap kalau tidak ada api," kata Girindra.

Selain itu Girindra mengatakan jika pelatihan saksi parpol akan membuat Bawaslu terseok-seok, mengingat tugas dan kewajiban Bawaslu pada pemilu serentak akan semakin berat. Sehingga imbuh dia akan mengganggu konsentrasi Bawaslu dalam mengawasi tahapan-tahapan pemilu.

Lebih lanjut, Girindra juga menilai bahwa adanya saksi parpol adalah pelecehan atau ketidakpercayaan terhadap penyelenggara, khususnya pengawas pemilu. Tidak tertutup kemungkinan kata dia saksi parpol mempunyai agenda tersendiri.

"Disamping mengawasi pemungutan suara dan rekap, juga mengawasi pengawas pemilu yang khawatir mereka jajaran Bawaslu tidak independen," pungkas Girindra.

Girindra menambakan saksi parpol yang biayanya dari parpol dikhawatirkan akan menciderai indepedensi Bawaslu sebagai lembaga pengawas yang independen. Belum lagi ke depan harus dijelaskan secara rinci dan tegas dalam UU Pemilu maupun Peraturan bawaslu mengenai saksi parpol tersebut untuk menjaga independensi Bawaslu sebagai garda terdepan pengawas independen yang formal.

Pasalnya kata Girindra, setiap parpol memiliki strategi yang berbeda dalam pembekalan penguatan saksi-saksi di lapangan. Misalnya, Partai Politik A karena mereka menggelontorkan dana yang cukup besar di darah tertentu, ingin saksi-saksinya dilatih seperti yang mereka inginkan.

Begitupun juga parpol B ingin saksi-saksinya seperti dilatih seperti apa yang mereka hendaki, dan seterusnya. Hal ini yang menurut Girindra merupakan bentuk intervensi partai politik terhdap lembaga penyelenggara pemilu.

"Kekhawatiran kami yang terakhir adalah Bawaslu seperti akan menjadi “bemper politik” partai politik terkait saksi-saksi," tegas Girindra.

Menurut Girindra, bila saksi-saksi parpol yang dilatih melakukan kesalahan baik kesalahan yang sedang maupun berat publik tidak akan melirik Bawaslu sebagai pelatihnya, maka public distrust terhadap Bawaslu akan meningkat.

"Istilahnya dalam pertandingan bola, sebuah tim kalah, karena pelatihnya yang salah strategi atau tidak becus, pendukungnya akan menyalahkan pelatihnya. Oleh karena itu, Bawaslu dalam hal saksi-saksi partai politik harulah sangat super hati-hati dalam menanganinya," demikian Girindra.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya