Berita

Politik

Dewan Majelis Syuro: PKS Punya Cara Sendiri Mengkritisi KPK

SABTU, 10 JUNI 2017 | 19:48 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadialan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan PKS memiliki cara tersendiri untuk mengkritisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini jugalah yang menjadi alasan PKS tidak mengirimkan wakilnya di Panitia Khusus Hak Angket DPR terhadap KPK.

Menurutnya, PKS selalu mengkritisi KPK secara terbuka untuk tidak tebang pilih, tidak melakukan kriminalisasi, dan menjadi corong untuk membungkam pihak yang mengkritik pemerintah.

Tanpa memberikan wakil ke Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK, sambung Hidayat, PKS terus memberikan kritik terhadap lembaga antirasuah itu.


"Kritik kepada KPK kita sampaikan secara terbuka. Kami lebih melihat kepada KPK harus dikritisi harus dikawal agar tetap bisa melawan korupsi. Biarkanlah KPK fokus dan tidak kita sibukkan dengan hak angket itu," ujar Hidayat saat ditemui di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (10/6).

Lebih lanjut, Hidyah menjelaskan kritik terbuka yang selalu disampaikan PKS kepada KPK yakni, proses hukum dugaan korupsi pembelian RS Sumber Waras yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah memaparkan potensi kerugian negara terkait pembelian lahan tersebut. Selain itu pihaknya juga mengkritisi langkah KPK mengenai dugaan korupsi pembelian lahan di daerah Cengkareng oleh Pemprov DKI.

Sejauh ini, sambung wakil ketua MPR itu, penyelidikan dugaan korupsi dari kedua kasus tersebut masih jalan di tempat, namun belakangan jaksa KPK mengumbar fakta yang masih sumir mengenai dugaan aliran uang korupsi ke kantong mantan Ketua MPR RI Amien Rais.

"Pembelian tanah Pemprov DKI di Cengkareng lebih dari Rp 600 miliar bukan hanya Rp 600 juta, adakah KPK melakukan tindak lanjut? Tidak ada. Jadi yang seperti ini kami terus sikapi walaupun kami mendukung KPK. KPK harus didukung untuk memberantas korupsi tapi harus dikritisi supaya KPK tidak kemudian malah berubah menjadi corong politik untuk membungkam orang yang mengkritik pemerintah," pungkas Hidayat. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya