Jasa Marga terus menggalakkan penggunaan kartu e-Toll kepada para pengendara sebagai bentuk peralihan dari tunai ke non-tunai. Bahkan tak jarang, pihak Jasa Marga mengizinkan para penyedia e-Toll untuk berjualan di depan gerbang tol.
Namun begitu, Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin Muhammad Said mengkritik aksi itu dan menganggap terlalu berlebihan. Menurutnya, menjajakan kartu e-toll di tengah jalan depan gerbang tol merupakan langkah memalukan dan menunjukkan tidak tertibnya masyarakat dalam berlalu lintas.
"E-Toll ini memang bagus untuk hindari kemacetan. Tapi kan enggak perlu sampai jualan e-Toll di pintu masuk tol," kritiknya kepada wartawan, Jumat (8/6).
Politisi Golkar ini pun mengaku heran masih menemukan beberapa orang yang menjajakan kartu e-Toll di beberapa gerbang tol. Padahal, kegiatan tersebut jelas dilarang dan bahkan membahayakan. Karena itu, dia meminta kegiatan tersebut dihentikan.
"Cuma di negara kita saja yang ada seperti ini. Jadi, jangan dibiasakan jual kartu di jalan tol. Kita harus biasakan jadi bangsa bangsa tertib. Ini ada aturan-aturan yang harus kita terapkan. Saya kira, menjual kartu tol ini kurang mendidik," cibirnya.
[ian]