Berita

Politik

Minta Anggaran Rp 3,1 Miliar, Pansus Angket KPK Enggak Ada Malunya

SABTU, 10 JUNI 2017 | 01:22 WIB | LAPORAN:

Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di DPR sebenarnya kurang mendapat respon publik karena dicurigai akan melemahkan KPK.

Namun, bukannya cari cara untuk mendapat simpati publik, Pansus justru minta anggaran Rp 3,1 miliar untuk biaya rapat dan konsumsi.

Estimasi anggaran Rp 3,1 miliar ini disampaikan Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa dalam rapat perdana, Kamis (8/6). Kata Agun, anggaran tersebut dibutuhkan untuk keperluan konsumsi, rapat, menghadirkan para pakar, dan kunjungan ke luar kota.


"Anggaran mencapai Rp 3,1 miliar. Perinciannya termasuk konsinyering, untuk kunjungan ke luar kota, termasuk untuk kepentingan mengundang para pakar, ahli, yang berkaitan dengan tugas (Pansus Hak) Angket," kata Agun, .

Koordinator KPK Watch Yusuf Sahide mengaku miris melihat jumlah anggaran yang diminta Pansus untuk menyelidiki KPK. Apalagi, anggaran tersebut akan digunakan untuk mengaudit lembaga yang oleh publik dianggap sebagai penyelamat uang negara.

"Pansus ini memang enggak ada malunya. Minta uang besar untuk digunakan menyerang penyelamat uang negara," sindirnya kepada wartawan, Jumat (9/6).

Kata dia, pembentukan Pansus tersebut juga sudah sangat membuat publik jengkel. Alasannya, DPR yang dalam banyak penelitian disebut sebagai lembaga terkorup, malah mau mengaudit KPK, yang dianggap sebagai lembaga tumpuan publik dalam memberantas korupsi. Kini, Pansus tersebut malah meminta uang dalam jumlah besar untuk membiayai rapat-rapat mereka.

Dengan ulah seperti ini, lanjutnya, citra DPR di depan publik akan semakin anjlok.

"Jadi lucu, DPR yang sekarang lagi buruk rupa di mata publik mau melakukan audit terhadap KPK yang didukung oleh masyarakat. Alangkah lebih baik bila DPR fokus pada program legislasi yang banyak mandek seperti RUU Pemilu yang sampai sekarang belum tuntas," kritiknya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya