Berita

Net

Politik

Emil Salim: RUU Pertembakauan Sulit Mendapatkan Titik Temu

JUMAT, 09 JUNI 2017 | 04:32 WIB | LAPORAN:

Struktur Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pertembakauan sudah resmi terbentuk pada 31 Mei lalu. Firman Soebagyo pun dipilih menjadi ketuanya.

Firman mengatakan, sudah ada titik temu antara pemerintah dan DPR RI terkait tata kelola pertembakauan. Bahkan dia berkeyakinan RUU itu selesai sebelum Lebaran.

Menanggapi hal tersebut, mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Emil Salim mengatakan, sebenarnya pemerintah masih mencari titik temu antara tembakau dan kesehatan.


"Saya mendapat kesan bahwa dari tim pemerintah yaitu menteri perindustrian, menteri perdagangan, menteri keuangan, dan menteri kesehatan masih mencari titik temu untuk mempertahankan kesehatan. Kalau tembakau dirasa menang maka tentu merugikan kesehatan. Sedangkan petunjuk presiden adalah mencari titik temu. Jadi, hingga sekarang masih belum titik temu," jelasnya kepada wartawan, Jumat (9/6).

Emil mengindikasikan peluang RUU Pertembakauan akan sangat sulit mencari titik temu. Sehingga tidak mungkin bisa selesai dengan cepat.

"Jadi peluang saya melihat sulit menemukan titik temu antara kesehatan dan adiksi nikotin. Itu dua hal yang bertentangan. Jadi memang itu sulit. Jadi kalau ada yang mengaku menemukan titik temu, itu luar biasa," katanya.

Karenanya, Emil menyebut target sebelum Lebaran adalah terlalu optimistik. Pasalnya, masih banyak hambatan yang harus dilalui.

"Saya kira terlalu optimistik. Itu gambaran dari sudut mereka (DPR), dan belum tentu mencerminkan kesepakatan antar atau dengan pemerintah. Karena sulit mempertemukan zat adiksi nikotin digabungkan dengan kesehatan. Itu sulit ditemukan, itu tugas yang saya rasa sulit menemukan kesepakatan," demikian Emil. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya