Berita

M Iriawan/Net

Politik

Kapolda Metro: Saya Berdosa Kalau Kriminalisasi Ulama

KAMIS, 08 JUNI 2017 | 22:02 WIB | LAPORAN:

Upaya hukum terhadap Rizieq Shihab yang dianggap kriminalisasi, mendapat tanggapan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan. Kapolda yang akrab disapa Iwan Bule itu memastikan bahwa tidak ada kriminalisasi dalam kasus tersebut.

"Tak ada kriminalisasi. Saya berdosa kalau kriminalisasi," ujar Iriawan di kantornya, Kamis (8/6).

Menurutnya, tuduhan kriminalisasi terhadap Rizieq merupakan hal yang tidak perlu dilakukan. Apalagi, lanjutnya, sejumlah tokoh menyatakan tidak ada unsur kriminalisasi dalam penanganan kasus tersebut.


"Mau kriminalisasi gimana? Pak Din Syamsudin sudah menyampaikan, Ketua MUI juga, beliau ini tokoh ya, Pak Wapres (Jusuf Kalla) sudah menyampaikan, tak ada kriminalisasi," tutur alumni Akpol 1984 itu.

Iriawan memperkuat pernyataannya dengan data berupa saksi dan bukti yang didapat penyidik Polda Metro Jaya (PMJ). Apalagi, petunjuk saksi ahli PMJ juga menyatakan adanya unsur pidana.

Kepolisian menurut, Iriawan hanya menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Karena itu polisi pun menerapkan asas "equality before the law". Artinya, semua sama di mata hukum, tak terkecuali ulama.

"Equality before the law, semua sama dimata hukum. Apakah oknum ulama yang bersalah lantas tidak dihukum? tidak boleh dong. Terlalu naif kalau kriminalasi. (Saksi) ahli itu ada 26, saksi ada 50-an," kata dia menambahkan.

Dalam kasus ini, kata dia kebetulan yang menjadi tersangka adalah imam besar Front Pembela Islam (FPI). Namun, bukan berati hal itu bisa dijadikan justifikasi sebagai suatu kriminalisasi terhadap ulama.

"Jadi bukan justifikasi. Jangan, nggak boleh. Masih banyak ulama ulama yang ngga ada masalah. Nah ini (Rizieq) masalah," papar mantan Kadiv Propam Polri itu. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya