Berita

Jokowi-Prabowo/net

Politik

SMRC: Selisih Suara Jokowi-Prabowo Saat Ini Sama Seperti SBY-Megawati Jelang Pilres 2009

KAMIS, 08 JUNI 2017 | 20:41 WIB | LAPORAN:

Pilkada DKI Jakarta rupanya tidak memiliki efek signifikan pada perpolitikan nasional, khususnya terhadap tokoh-tokoh yang disebut-sebut akan bertarung di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan usai memaparkan survei terbaru SMRC di bilangan Jakarta, Kamis (8/6).

Menurut Djayadi, dukungan pada tokoh-tokoh yang dicalonkan menjadi presiden sebelum dan sesudah Pilkada DKI Jakarta masih stabil. Posisi petahana Joko Widodo masih membawahi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.


Melalui pertanyaan terbuka, bila pemilihan presiden diadakan ketika survei dilakukan, sebanyak 34,1 persen pemilih spontan mendukung Jokowi. Adapun 17,2 persen mendukung Prabowo. Sementara, itu dalam simulasi head-to-head, elektabilitas Jokowi mencapai 53,7 persen, sedangkan Prabowo berada di level 37,2 persen. Adapun responden tidak menjawab sebanyak 9,1 persen.

"Jokowi tetap yang teratas, dan tetap diikuti Prabowo di posisi kedua, beda 16,5 persen. Dari sisi pilihan presiden, politik Tanah Air relatif tidak mengalami perubahan pasca-Pilkada DKI Jakarta," kata Djayadi.

Djayadi pun mengakui jika perbedaan elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo saat ini hampir sama seperti perbedaan elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati pada tahun 2007, atau dua tahun sebelum pemilu presiden 2009.

"Saat itu perbedaan elektabilitas antara SBY dan Megawati sebesar 16 persen. Hampir sama dengan Jokowi dan Prabowo jelang dua tahun pilpres 2019," kata Djayadi.

Survei SMRC ini dilakukan pada 14-20 Mei 2017 dengan melibatkan 1.350 responden yang dipilih dengan teknik multistage random sampling dari total populasi nasional yang sudah memiliki hak pilih pemilihan umum. Margin of error survei ini rata-rata 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya