Berita

Febri Diansyah/Net

Hukum

KPK Telusuri Sumber Uang Suap DPRD Jatim

RABU, 07 JUNI 2017 | 21:53 WIB | LAPORAN:

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berhasil mengungkap sumber uang yang diberikan Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur (Jatim) kepada Ketua Komisi B DPRD Jatim.

Uang tersebut merupakan suap pembayaran komitmen terkait pengawasan penggunaan anggaran dan revisi perda Provinsi Jatim tahun 2017.

"KPK masih terus mendalami hal tersebut, dari mana sumber keuangan itu. Karena itu bagian penting dari sebagai proses penyidikan ini. Tentu saja kita harus tahu persis uang tersebut berasal dari mana agar kita bisa memaparkan dan menguraikan," ujar jurubicara KPK, Febri Diansyah di Kantornya, Rabu (7/6).


Dugaan penyidik, uang tersebut bisa berasal dari pihak swasta atau pun angaran-anggaran yang didesain khusus dalam dinas-dinas yang memberikan suap. Menurut Febri, hal itu masih didalami penyidik.

Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochamad Basuki yang menjadi tersangka diduga telah menerima uang dari empat Kepala Dinas Jatim. Pada akhir Mei 2017, Basuki diduga menerima uang Rp 100 juta dari Kepala Dinas Peternakan, Rohayati.

Kemudian pada 31 Mei 2017, Basuki diduga kembali menerima uang sebesar Rp 50 juta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Selain itu juga sebesar Rp 100 juta dari Kepala Dinas Perkebunan. Dan pada triwulan 1 menerima Rp 150 juta dari Kepala Dinas Pertanian Jatim.

Hari ini KPK juga kembali melakukan penggeledahan di lima lokasi di Surabaya dan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dari Pemda Jatim.

Di antaranya, Kantor DPRD Jatim, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Rumah tersangka Basuki, dan kediaman Kadil. Hasil penggeledahan tersebut, penyidik menyita perangkat elektronik dan sejumlah dokumen. [ian]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya