Berita

Nusantara

Polisi Didesak Segera Tuntaskan Dugaan Ijazah Palsu Bupati Kotabaru

RABU, 07 JUNI 2017 | 20:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aparat Kepolisian diminta untuk segera memproses laporan dugaan ijazah palsu Bupati Kotabaru, Sayed Jafar, mengingat hampir satu tahun kasus ini tidak mengalami perkembangan.

Desakan itu disuarakan oleh Ketua Komite Aksi Penyelamat Kotabaru (KAPAK) Kalimantan Selatan Usman Pahero dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/6).

"Kami menuntut Polri mempercepat proses dan jangan menghalang-halanginya," pintanya.


Usman menyebut bahwa pihaknya telah mondar-mandir melaporkan kasus ini. Ia menjelaskan bahwa kasus dugaan penggunaan ijazah palsu Bupati Sayed sudah pernah dilaporkan saat Pilkada Kotabaru, namun tidak ada tanggapan. Sehingga, pada tanggal 11 Januari 2016, pihaknya kembali melaporkan ke Bareskrim Polri.

"Pada 11 Januari 2017, kami mendapat tanggapan dikasih petunjuk agar melapor ke Polda Kaltim (Kalimantan Timur) karena dugaan ijazah palsu berada di Kaltim. Namun, dilimpahkan lagi ke Polda Kalsel (Kalimantan Selatan) oleh Polda Kaltim sesuai Nomor B/449/I/2017," ujarnya.

Usman berharap hukum tidak tumpul ke atas dan tidak tajam ke bawah. Semua harus diperlakukan sama di dalam penegakan hukum. Harapan ini diutarakan lantaran pihak yang dilaporkan adalah seorang kepala daerah yang memiliki power politik, sehingga dikhawatirkan dapat melakukan intervensi hukum.

"Kami minta Kapolri, Kapolda dan lembaga terkait memberikan perhatian terhadap proses hukum ini supaya berjalan. Karena kurang lebih satu tahun empat bulan perkembangan penyelidikan, kami mohon dengan hormat secara tuntas, bahwa apa yang kami harapkan betul-betul dengan bagus," katanya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya