Berita

Dunia

130 Imam Tolak Makamkan Penyerang Jembatan London secara Islam

SELASA, 06 JUNI 2017 | 04:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lebih dari 130 imam di Inggris menolak menyelenggarakan pemakaman tiga teroris yang melakukan penyerangan di London, Sabtu malam lalu (3/6).

Serangan yang mereka lakukan menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.

“Kami tidak akan menyelenggarakan pemakaman secara Islam untuk para pelaku dan kami mendorong teman-teman imam yang lain (melakukan hal yang sama),” tulis mereka dalam pernyataan yang dirili Imam Abdullah Hasan dari kelompok Imams Melawan Kesewenangan Domestik.


Menurutnya, biasanya pemakaman secara Islam diselenggarakan untuk umat Muslim terlepas dari perbuatan mereka.

Polisi telah merilis identitas dua dari tiga teroris itu, yakni Khuram Shazad Butt dan Rachid Redouane.  

Ketiganya menabrakkan van yang mereka kendarai ke kawasan pejalan kaki di Jembatan London. Setelah itu mereka turun dan menikam beberapa orang lainnya yang berada di restoran dan pub di sekitar kejadian.

Pihak ISIS, melalui media mereka, Amaq, menyatakan bahwa aksi itu dilakukan oleh pejuang-pejuang ISIS. Namun, seperti dikutip dari CNN, tidak ditemukan bukti dari klaim itu.

Dalam pernyataan para imam tadi ditegaskan bahwa ketiga pelaku penyerangan itu tidak mewakili Islam dan umat Muslim.

“Kami sangat terluka karena serangan teror kembali terjadi di negara kami oleh pembunuh-pembunuh yang mencari legitimasi religius untuk aksi mereka,” sambung pernyataan para imam itu.  

Juga ditegaskan bahwa para penyerang tidak mendapatkan legitimasi dan simpati umat Muslim. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya