Berita

Foto/RMOL

Hukum

Kapolri Jangan Takut Dicap Kriminalisasi

SENIN, 05 JUNI 2017 | 13:58 WIB | LAPORAN:

. Ratusan anggota Forum Advocat Pengawal Pancasila (FAPP) sengaja mendatangi Mabes Polri untuk mendukung kinerja Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Senin (5/6).

Pasalnya, banyak kasus intoleransi yang ditindak pihak kepolisian justru dianggap sebagai kriminalisasi.

"Selama ini banyak intoleransi. Kita (pengacara) dari seluruh Indonesia mendukung Polri agar tidak takut menengakkan hukum. Jangan takut dicap kriminalisasi," ujar salah satu perwakilan pengacara, Teguh Samudera.


Advokat lainnya, Todung Mulya Lubis menilai, kemajemukan berbangsa dan keberagaman sudah dirusak dan dirobek. Bahkan, Indonesia saat ini dipisahkan musuh berbahaya untuk bangsa.

"Banyak perpecahan, terbelah dalam hal agama. Agama yang dibawa ke politik itu berbahaya. Kita tidak ingin negara kita pecah seperti Timur Tengah. Mudah-mudahan Polisi menjaga republik ini," timpal Todung.

Sementara itu, Tito sendiri menanggapi positif audiensi dengan FAPP. Menurutnya, Polri selaku instirusi penegak hukum bekerja berdasarkan dua pilar.

"Kita (Polri) bertindak sesuai legitimasi hukum dan legitimasi sosial. Kehadiran teman-teman advokat, ikut memperkuat legitimasi sosial. Saya sangat apresiasi," demikian Kapolri.

Dalam pertemuan di Rupatama Mabes Polri tersebut, pihak FAPP membacakan ebam butir deklarasinya. Khususnya, terkait tindakan penegaka hukum dalam beberapa kasus yang tengah ditangani.

Selain ratusan advokat, Tito juga didamingi sejumlah pejabat utama Mabes Polri. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya