Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Ribuan Rumah Terendam Banjir Di Sulawesi, 1 Orang Meninggal Dan 3 Hilang

MINGGU, 04 JUNI 2017 | 13:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hujan berintensitas tinggi dan durasi cukup lama disertai dengan kondisi kritisnya daerah aliran sungai telah menyebabkan banjir di beberapa tempat di wilayah Sulawesi. Ribuan rumah terendam banjir, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, empat kecamatan di Kecamatan Lampasio, Baolan, Galang dan Dakopamean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diterjang banjir pada Sabtu (3/6) sekitar pukul 13.00 WITA.

"Tinggi banjir di permukiman sekitar 1-3 meter," ujar Sutopo dalam keterangannya, Minggu (4/6).


Satu orang dilaporkan meninggal dunia yaitu Salma (60) dan seorang lagi hilang hanyut terbawa banjir. BNPB memperkirakan ada 56 ribu Kepala Keluarga terdampak banjir. Selain itu terdata 15 rumah hanyut, satu jembatan putus dan perumahan, perkantoran serta sekolah terendam banjir hingga ketinggian satu meter di Kecamatan Dakopamean.

Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Tolitoli dan Kota Palu juga putus total akibat terendam banjir.

"Banjir besar datang menjelang buka puasa sehingga sebagian warga, khususnya yang menjalankan ibadah puasa tidak konsentrasi lagi berbuka puasa. Bahkan sebagian warga sudah meninggalkan rumahnya dan berbuka puasa di tempat yang aman," papar Sutopo lebih lanjut.

Menurut laporan BPBD Tolitoli yang diterima BNBP, imbuh Sutopo, sebagian banjir sudah surut pada hari ini. Namun, penanganan darurat masih dilakukan BPBD bersama unsur lainnya.

Di hari yang sama pukul 14.39 WITA, banjir juga melanda Kelurahan Mongkonai dan Kelurahan Gogagomam, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Akibatnya dua anak-anak hanyut yaitu Adelia Imban (10) dan Fadel Lasaimbu (8), warga Kelurahan Mongkonai Barat.

"Kedua korban saat hujan bermain di saluran kecil, tiba-tiba datang aliran cukup besar sehingga kedua anak hanyut dan terbawa ke sungai yang sedang mengalir deras," terang Sutopo.

Hingga saat tim SAR dari Basarnas, BPBD Kotamugabu, Polri, TNI, dan relawan masih mencari korban dengan menyusuri sungai.[wid]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya