Berita

AKBP Susmelawati Rosya/net

Hukum

Kapolres Solok Dicopot, Digantikan Pemukul Bandar Narkoba

SABTU, 03 JUNI 2017 | 11:41 WIB | LAPORAN:

Penanganan yang tidak benar atas kasus main hakim sendiri atau persekusi di wilayah hukum Sumatera Barat, berimbas pada pencopotan Kapolres Solok, Ajun Komisaris Besar Polisi Susmelawati Rosya.

Susmelawati digantikan Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Setiawan yang masih menjabat Kepala Unit II Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sudah menegaskan, bakal mencopot anak buahnya yang tidak tegas dalam menjalankan tugas. Termasuk Susmelawati yang menangani kasus intimidasi dan teror terhadap dokter di RSUD Solok bernama Fiera Lovita.


Fiera diintimidasi dan diancam oleh ormas tertentu karena opininya di halaman media sosial (medsos). Fiera dianggap melecehkan tokoh ulama Islam, Rizieq Shihab, padahal Fiera tidak menyebutkan nama atau identitas siapapun dalam postingannya.

Meski Fiera sudah meminta maaf, tapi teror dan ancaman sekaligus intimidasi masih diterima Fiera. Sebaliknya, pejabat daerah dan kepolisian Solok berani mengklaim bahwa masalah yang dialami Fiera sudah tuntas dan tidak ada lagi intimidasi.

Hal itu membuat Jenderal Tito geram. Apalagi, anak buahnya di Solok terbukti tidak tegas dan terkesan abai atas kasus itu.

"Kalau saya anggap nanti menurut penilaian saya Kapolres di Solok saya anggap lemah, takut, ya saya ganti. Ganti dengan yang berani dan tegas," ujar Tito, kemarin, kepada wartawan di kediaman dinas Ketua MPR RI.

Dony yang ditugakan untuk menggantikan Susmelawati di Polres Solok dikenal sebagai Ketua Tim Narcotics Investigation Center (NIC), sebuah tim pemukul bandar narkotika di Bareskrim Polri.

Pencopotan Kapolres Solok, tercatat dalam telegram rahasia Nomor ST/1408/VI/2017 yang dikeluarkan dan ditandatangani Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polri Inspektur Jenderal Pol Arief Sulistiyanto, tanggal 2 Juni 2017.

Totalnya, Tito merotasi 109 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) dalam mutasi tersebut.

Rinciannya, 29 pati berpangkat Inspektur Jenderal dan Brigadir Jenderal. Serta 90 pamen berpangkat Komisaris Besar dan Ajun Komisaris Besar. [ald]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya