Berita

Nasaruddin Umar/Net

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (25)

Spiritual Contemplations: Belajarlah kepada Pengalaman Lukmanul Hakim!

JUMAT, 02 JUNI 2017 | 09:30 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

PENGALAMAN Lukmanul Hakim banyak dipuji dalam Al-Qur'an dan hadis. Bah­kan namanya diabadikan menjadi salah satu nama surah (Q.S. Luqman/31). Luqmanul Hakim menurut riwayat Ibn Abbas, seorang manusia biasa yang peker­jaan sehari-harinya seorang pencari kayu bakar di Habsy. Ia bukan Nabi, bu­kan Rasul, bukan bangsawan, dan bukan pula ulama besar. Ada riwayat menyebutkan ia se­orang hakim di zaman Nabi Daud. Riwayat lain menyebutkan ia hidup sesudah Nabi Isa sebe­lum Nabi Muhammad lahir. Ia memiliki banyak kelebihan di balik kesederhanaannya sehingga namanya diabadikan di dalam Al-Qur’an seba­gai Surah Luqman. Menurut Ibnu Katsir, nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun.

Luqmanul Hakim dalam satu saat masuk ke dalam pasar menaiki seekor himar (keledai), sedangkan anaknya mengikuti dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman, ada sekumpulan orang yang berkata: "Lihatlah orang tua yang tidak punya perasaan, ia keenakan semen­tara anaknya berjalan kaki". Setelah menden­garkan kata-kata itu, maka Luqman turun dari atas keledai lalu anaknya disuruh naik ke atas keledai, sedangkan ia sendiri berjalan kaki. Me­lihat kenyataan itu, maka orang-orang pasar kembali mencemooh: "Lihat orang tua itu, ia berjalan kaki sedangkan anaknya keenakan di punggung keledai, sungguh anak itu tidak tahu malu". Mendengar itu maka Luqmanul Ha­kim juga naik keatas keledai bersama-sama anaknya. Orang-orang pasar kembali mencemooh: "Lihat itu ada dua orang menaiki seekor keledai, sungguh menyiksa keledai itu". Karena tidak suka mendengar cemoohan itu maka Luq­manul Hakim dan anaknya turun dari keledai. Orang-orang pasar kembali mencibir: "Lihat itu, dua orang berjalan kaki, sedangkan keledai tidak dikendarai".

Dalam kisah yang lain ketika Luqmanul Ha­kim diperintahkan tuannya untuk menyembelih kambing, lalu tuannya berkata "wahai Luqman tolong ambilkan daging terbaik dari kambing yang engkau sembelih". Lalu Luqmanul Hakim mengambilkan lidah dan hati kambing itu. Tu­annya berkata, "wahai Luqman tolong ambilkan daging yang terjelek". Lalu Luqman mengam­bil lidah dan hati itu lagi. Lalu tuannya bingung dan bertanya: "Wahai Luqman mengapa ketika kau kuperintahkan mengambil daging yang ter­baik dan terburuk kau memberikan bagian yang sama yaitu lidah dan hati", Luqman menjawab: "Wahai tuanku kalaulah lidah dan hati ini baik maka itu lebih bermanfaat dan apabila lidah dan hati ini jelek maka itu lebih jelek dan akan menimbulkan kerusakan."


Dari dua pengalaman Luqmanul Hakim di atas, terkandung banyak pelajaran berharga bagi kita. Di antaranya betapa subjektifnya pe­nilaian manusia, sehingga apapun yang dilaku­kan seseorang bisa dilihat sudut-sudut negatifnya. Agaknya mustahil kita bisa memenuhi seluruh harapan dan kehendak masyarakat, apalagi kalau masyarakat itu majemuk dan het­erogen di dalam waktu bersamaan. Jika kita ingin memperbaiki situasi, maka masyarakat harus istiqamah di atas tataran nilai luhur yang banyak disepakati orang. Berpegang teguh pada aturan yang standar maka akan mengu­rangi risiko kehidupan.

Dalam kisah Lukman dalam Al-Qur'an, juga sarat dengan pelajaran penting, antara lain: Tidak boleh mempersekutukan Allah (QS 31:13), berbuat baik kepada kedua orang tua suatu ke­niscayaan (QS 31:14), selalu sadar. *** 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya