Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Penegakan Hukum Era Jokowi-JK Lemah, Birokrasi Tak Berjalan Baik

RABU, 31 MEI 2017 | 17:39 WIB | LAPORAN:

Penegakan hukum di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla masih sangat lemah.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Koalisi Masyarakat Penggerak Good Governance (DPN - KOMPAGG) TM Mangunsong, lemahnya penegakan hukum itu pada akhirnya menjadi virus yang menular dan merusak berbagai tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia.
 
"Jika penegakan hukum masih pilih bulu seperti sekarang, tentulah birokrasi dan jalannya pemerintahan tidak akan bisa baik. Pasti saja di sektor-sektor lainnya akan terjadi pelanggaran hukum. Makanya pemerintah harus tegas menegakkan hukum. Jika tidak, ya sia-sia saja semua janji-janji,” ujar TM Mangunsong dalam perbincangan dengan redaksi, Rabu (31/5).
 

 
Bukan hanya di tataran Pemerintah Pusat, menurut dia, sendi-sendi masyarakat di tingkat pemerintahan terkecil seperti di desa-desa, penegakan hukum itu sangat lemah.
 
"Saya melihat, masalah banyak sekarang timbulnya radikalisme, Pancasila tidak lagi sebagai perekat bagi semua anak bangsa. Ini bukti bahwa pemeritahan Jokowi ini belum tegas menegakkan hukum dan keadilan,” ujarnya.
 
Pastinya, lanjut dia, dengan ketidaktegasan aparatur penegakan hukum untuk menegakkan hukum di era Jokowi ini, maka jangan salahkan bila dengan bebasnya juga tumbuh dan berkembang subur bibit-biti radikalisme dan berbagai persoalan SARA yang merusak pemerintahan.
 
"Mungkin selama ini dianggap hanya percakapan biasa saja yang tak mengganggu stabilitas bangsa. Saya melihat, ada yang terluput, bahwa ini virus dan sudah besar dan terus meluas dan menjadi ancaman bagi bangsa ini. Jadi, untuk mengatasi radikalisme ini harus penegakan hukum tanpa pandang bulu. Sehingga ini tak sempat merasuki alam pikiran banyak orang lagi,” ujarnya.
 
Selanjutnya, kata dia, pola pembangunan yang dilakukan harus melibatkan peran serta aktif masyarakat, dengan tetap mengedepankan pemerataan dan pendekatan yang manusiawi sebagai Bangsa Indonesia.
 
Kesejahteraan dan keadilan, lanjut TM Mangunsong, akan sering berjalan dengan peran serta masyarakat yang dilibatkan dalam proses penataan dan pembangunan Indonesia yang lebih baik.
 
"Jangan arogan dan jangan hanya memprioritaskan kelompok yang pro pemerintah saja. Semua pihak di Indonesia ini sebagai anak-anak bangsa berhak untuk terlibat dan memperoleh kesejahteraan dan keadilan,” ujarnya.
 
Dia mengingatkan agar pemerintahan Jokowi berdiri dan dengan tegas mengedepankan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, dengan mengutamakan Rakyat Indonesia dalam penegakan hukum yang adil.
 
"Bereskan dulu birokrasi, dan penegakan hukum di internal pemerintahan dan penyelenggara negara. Barulah masyarakat akan percaya. Ingat, Pancasila dan UUD 1945 harga mati dan sudah final di Indonesia. Jika itu tak ditegakkan dan tak dilaksanakan, ya lihat saja kehancuran,” pungkasnya. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya