Berita

Nusantara

Gempa Poso 6,6 SR Mengakibatkan Puluhan Rumah Warga Rusak

SELASA, 30 MEI 2017 | 11:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Puluhan rumah warga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mengalami retak-retak atau rusak ringan akibat gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter, Senin malam (29/5). Berdasarkan analisis peta gempa, Kabupaten Poso terdampak gempa keras dengan intensitas V-VI MMI.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, BPBD Sulteng merilis data sementara akibat dampak gempa.

Di Lore Utara-Timur, Poso, sebagai berikut: Desa Sedoa, dua warga luka berat, satu luka ringan, satu gereja, satu pondok bersalin desa roboh, dan puluhan rumah warga retak. Desa Alitupu, satu rumah roboh, seorang warga usia senja mengalami luka berat. Desa Wuasa, tiga rumah retak, dan rekahan tanah yang mengeluarkan lumpur dan bau belerang.


"Pantauan BPBD Sulteng, wilayah Lore Utara-Timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Sementara itu di wilayah Kota Poso, sebagian depan bangunan BNI roboh dan jembatan panjang yang berlokasi di dekat pos 'smaker' retak," kata Sutopo, Selasa siang (30/5).

Pada wilayah Poso Pesisir, kerusakan terjadi di Desa Towu, yang terdiri dari dua rumah warga roboh, 19 rumah warga retak serta satu korban luka. Kerusakan di wilayah Poso Pesisir Utara mencakup Desa Kilo, satu rumah waga roboh. Desa Bakti Agung, satu rumah roboh. Desa Tambrana, pagar dan bangunan di SMP 2 roboh.

"Pemerintah setempat juga melaporkan bahwa bangunan parkir milik Polsek di wilayah Kecamatan Lage, Poso, roboh, sedangkan tidak ada dampak kerusakan maupun korban di wilayah Poso Pesisir Selatan, seperti Pamona dan Lore Tengah," terang Sutopo.

Adapun upaya penanganan darurat, BPBD Sulteng telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan dinas-dinas terkait dan pihak kepolisian. BNPB juga terus memonitor perkembangan lapangan dan penanganan darurat pascagempa.

"Tim Reaksi Cepat BNPB telah betangkat ke Poso untuk mendampingi BPBD. BPBD masih melakukan pendataan dampak gempa," demikian Sutopo.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan 6,6 SR yang belokasi di 38 kilometer Barat Laut Poso, 58 kilometer Timur Laut Sigi atau 75 kilometer di Tenggara Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (29/5), pukul 21.35 WIB. Pusat gempa di darat pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga saat ini sudah terjadi gempa susulan sebanyak 14 kali dengan intensitas gempa yang terus mengecil. Hal ini adalah alamiah dimana sistem lempeng mencari keseimbangan setelah terjadi gempa. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya