Berita

Foto/Net

Politik

SocDem Asia Dukung Pemerintah Indonesia Lawan Kelompok Radikal

SELASA, 30 MEI 2017 | 10:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Jaringan Sosial Demokrasi di Asia (SocDem Asia) baru-baru ini mengeluarkan resolusi berjudul "Defending Indonesia's Non-Sectarian and Democratic Character" (Mempertahankan Karakter Demokrasi Indonesia yang Non-Sektarian).

SocDem Asia yang beranggotakan Partai-Partai Politik Sosial Demokrat di kawasan Asia mengeluarkan resolusi tersebut pada 26 Mei 2017.

Resolusi tersebut berisi keprihatinan atas dugaan menguatnya kelompok-kelompok radikal fundamentalis yang intoleran atas kebinekaan dan kerukunan beragama.


SocDem Asia menilai bahwa kelompok-kelompok radikal dan kekuatan politik anti-demokrasi pada masa lalu, kini menggalang kekuatan bersama untuk mengambil kesempatan kekuasaan dan sekaligus mengubah arah demokrasi Indonesia.

"Koalisi anti-kebinekaan dan anti-demokrasi ingin mengubah karakter demokrasi Indonesia yang non-sektarian. Kesempatan di bidang politik, sosial dan ekonomi bagi kelompok-kelompok minoritas budaya, agama dan etnis, akan semakin menyempit apabila kekuatan-kekuatan (sektarian) itu dibiarkan untuk menang," isi resolusi SocDem Asia sebagaimana dilansir dari laman socdemasia.com.

Menghadapi kondisi tersebut, SocDem Asia mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan upaya melawan diskriminasi etnis dan fundamentalisme radikal yang kini telah mendapat pendengar yang cukup banyak (sizable audience) di masyarakat Indonesia.

"Kami mendukung pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi untuk mengambil langkah tegas guna memastikan demokrasi Indonesia menuju kesejahteraan dan penghormatan atas keberagaman di masyarakatnya," demikian dinyatakan SocDem Asia. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya