Berita

Foto/Net

Politik

Rumah Indonesia Tidak Menerima Gerakan Radikalisme

SENIN, 29 MEI 2017 | 07:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sungguh-sungguh sangat Indonesia Raya. Konstruksi, isi, filosofi, jiwa, roh dan semangat proklamasi mengandung keindonesiaan yang berlandaskan kebangsaan (negara bangsa) dan kebersamaan.

Demikian disampaikan pengamat politik hukum, Firman Jaya Daeli saat berbicara pada acara dialog talkshow kebhinnekaan oleh DPP KNPI, di Gedung STIK Mabes Polri, Jakarta, akhir pekan lalu, seperti dalam rilisnya, Senin (29/5).

Pembicara lain talkshow bertemakan "Merajut Indonesia Dalam Bingkai Kebhinnekaan", Menko Polhukan Wiranto sebagai pembicara utama, Mendagri diwakili Prabawa Eka Soesanta (pejabat struktural Kemendagri), Menpora diwakili Jonny Mardizal (pejabat eselon I/Deputi Kemenpora), Kapolri diwakili Irjen Pol. Arkian Lubis (Kakor Binmas Baharkam Mabes Polri), Hayono Isman (mantan Menpora), dan tuan rumah sendiri Muhammad Rifai Darus (Ketum DPP KNPI).


Firman mengatakan kandungan dan bobot proklamasi kemerdekaan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bergotongroyong mengisi dan memaknai kemerdekaan. Kekuatan dan kemampuan ini didasari dan dilatari karena proklamasi sama sekali tidak diskriminatif (tidak mendiskrimasikan) dan juga tidak mengandung dan tidak menganut paham mayoritas-minoritas.

Pembukaan UUD 1945 memuat dan mengamanatkan tujuan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberadaan dan keberlanjutan NKRI terletak di Pembukaan UUD 1945. Ideologi NKRI sekaligus dasar berdirinya dan berlangsungnya NKRI adalah Pancasila, yang konstruksi dan isi sila-sila Pancasila termaktub dan tertulis secara jelas dan tegas di dalam pembukaan UUD 1945.

"Pembukaan UUD 1945 pada dasarnya berbasis dan berorientasi pada kebangsaan. Indonesia sebagai negara bangsa selain memiliki akar konstitusi, juga memiliki akar kesejarahan panjang dan lama serta akar sosial kebudayaan dan kepribadian Indonesia," ucap Firman.

Keindonesiaan berproses dengan segala dinamika dan dengan segenap dialektika yang menyertai perjalanannya. Meskipun dinamika dan dialektika tersebut turut mewarnai, lanjut Firman, namun Indonesia senantiasa mengutamakan dialog atau musyawarah dan kebersamaan atau persatuan.

"Pengutamaan ini karena masyarakat dan bangsa Indonesia memiliki tingkat toleransi yang tinggi, dan sungguh menghormati toleransi yang terus menerus terbangun," imbuhnya.

Firman lebih lanjut mengatakan, di dalam "Rumah Indonesia" dan di kamus ideologi dan konstitusi NKRI, tidak dikenal, tidak diterima bahkan tidak diakui gerakan fundamentalisme, ekstrimisme, radikalisme, dan berbagai kekerasan dan intoleran. Gerakan itu amat bertentangan dengan wawasan dan doktrin negara bangsa.

Pengakuan, penghormatan, dan perlindungan optimum atas kebhinnekaan sebagai kenyataan dan kekayaan Indonesia justru sesuai dan senyawa dengan negara bangsa.

"Gerakan aksi negara bangsa mewadahi dan mengatasi kebhinnekaan sekaligus menguati persatuan Indonesia dan keadilan sosial dengan semangat gotongroyong sebagai prasyarat dan modal untuk memajukan dan memakmurkan Indonesia Raya," demikian Firman Jaya Daeli. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya