Berita

Mahyudin/Net

Mahyudin: Buku "BPK Dalam Sistem Ketatanegaraan" Layak Dibaca Penyelenggara Negara

KAMIS, 25 MEI 2017 | 06:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menjadi pembicara kunci pada acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat yang diselenggarakan Perpustakaan MPR, di Ruang Refresentasi Perpustakaan MPR, Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5).

Buku yang dibedah adalah buku yang ditulis oleh Dr. Baharuddin Aritonang, anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) periode 2004-2009, yang kini Anggota Lembaga Pengkajian MPR. Buku ini sebenarnya buku lama yang disempurnakan menjadi buku berwajah baru. Kalau sebelumnya judul buku ini (terbit 2009) "Orang Batak Memandang BPK", dan kini menjadi "Badan Pemeriksa Keuangan dalam Sistem Ketatanegaraan" (terbit 2017).

Buku setebal 235 halaman ini tentu bukan hanya berganti wajah, tapi banyak hal yang berubah. "Buku ini lebih lengkap dari buku sebelumnya," jelas Baharudin Aritonang. Bukan hanya itu, buku membahas masalah serius, tapi dikemas gaya santai.


"Buku ini luar biasa. Buku serius dengan kemasan santai, menarik, gaya bahasanya ringan, tak menggunakan istilah-istilah akademik yang sulit," kata Gregorius Seto Haryanto, salah seorang dari tiga pembahas bedah buku tersebut. Dua pembahas lainnya adalah Al Muzzamil Yusuf dan Achmad Yani, masing-masing anggota MPR/DPR Fraksi PKS dan Fraksi PPP.

Wakil Ketua MPR Mahyudin berharap, kehadiran buku ini akan menyempurnakan lagi pemahaman mengenai BPK. Karena buku ini menyangkut bagaimana cerita awal BPK, dalam proses pembentukannya, dan tentu penulisnya adalah orang yang telah mengalami menjadi pimpinan BPK.

Mahyudin juga berharap, buku ini dapat menambah perbendaharaan ilmu berkaitan dengan BPK, dan semakin banyak, terutama untuk penyelenggara negara.

"Buku ini harus dibaca dan layak dibaca oleh penyelenggara negara, supaya nantinya setiap laporan penyelenggara negara semuanya  memperoleh opini WTP, jangan ada lagi yang disclaimer," ujar Mahyudin.

Penulis buku, Baharudin Aritonang, menjelaskan, uraian dalam buku BPK ini menyangkut aspek yang luas. Mulai dari pengertian BPK, kata demi kata, hingga pemahamannya sebagai lembaga yang ikut dalam penyelenggaraan negara. Buku ini juga mengurai sejarah BPK, proses terbentuknya, masuknya BPK dalam konstitusi, serta bagaimana lembaga ini bekerja dan berhubungan dengan lembaga negarta lain, baik DPR (dan DPD) maupun dalam proses peradilan dan penegakan hukum.

Tapi, Gregorius Seto Haryanto memberi catatan untuk BPK Ini. "Buku ini tampaknya dimaksudkan untuk sosialisasi BPK, penulis tidak memuat kritik terhadap BPK," begitu kritik Seto Haryanto.

Tapi, pendapat Seto ini disanggah langsung oleh Baharudin Artonang. "Kalau buku ini dibaca secara teliti, sebenarnya banyak sekali kritik terhadap BPK. Hanya saja bahasannya tidak terlihat oleh mata, namun terlihat oleh hati," ungkap Aritonang.

Jadi, sebagai orang Batak yang lama tinggal di Jogja, kritik itu disampaikan gaya orang Jawa, dengan bahasa yang sangat halus. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya