Berita

Said Salahudin/Net

Politik

Said Salahudin: Saya Belum Melihat Urgensi Penambahan Pimpinan Parlemen

RABU, 24 MEI 2017 | 14:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Selain RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu, RUU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) juga masih menjadi pembahasan hangat di DPR.

Salah satu perdebatan dalam RUU UU MD3 adalah usulan penambahan jumlah kursi pimpinan parlemen. Usulan penambahan melebar dari draf awal yang diajukan.

Sejumlah fraksi meminta pimpinan DPR ditambah dua menjadi tujuh orang, pimpinan MPR ditambah enam menjadi 11 orang dan pimpinan DPD ditambah dua menjadi 5 orang. Sementara di dalam draf awal yang sudah disahkan di paripurna, penambahan pimpinan hanya disetujui satu kursi masing-masing di DPR dan MPR bagi PDIP sebagai pemenang Pileg 2014.


Pengamat politik yang juga Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin mengatakan belum mengetahui apa argumentasi DPR atas rencana penambahan itu.

"Kita perlu dengan kenapa harus ditambah," ucap dia saat dihubingi redaksi, Rabu (24/5).

Dari fungsi pimpinan parlemen khususnya DPR, sebut Said, ia belum melihat urgensi dari rencana penambahan tersebut.

"Pimpinan itu kan hanya sebagai stir atau jubir. Saya kira yang sekarang (lima pimpinan DPR) lebih dari cukup," imbuhnya.

Misalkan, dalam memimpin rapat, rapat konsultasi dengan presiden, menghadiri hubungan bilateral, dan menyampaikan laporan atau kinerja, itu bisa dikerjakan oleh pimpinan dengan jumlah yang ada sekarang.

"Jadi, saya belum melihat urgensinya (penambahan)," ujar Said.

Namun demikian, Said bisa memahami atas rencana penambahan tersebut. Yaitu untuk mengakomodir semua atau paling tidak mayoritas fraksi di DPR. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya