Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Partai Pengusung Presiden Mulai Wacanakan Isu Pemakzulan

MINGGU, 21 MEI 2017 | 17:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai pengusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Partai Republik, mulai mewacanakan isu pemakzulan.

Wacana ini dihembuskan seiring dugaan bahwa Trump mendesak mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey untuk menghentikan penyelidikan hubungan mantan penasihat keamanan presiden, Michael Flynn dengan Rusia.

Anggota Kongres dari Partai Republik, Justin Amash menilai Trump layak dimakzulkan jika terbukti melakukan motif tersebut.


Selain Amas, politisi Republik lainnya, Carlos Curbelo, juga menilai Trum bisa dimakzulkan jika terbukti menghalangi proses penegakan hukum. Hal ini seperti kasus Presiden Bill Clinton dan Richard Nixon yang diduga berupaya menghalangi proses peradilan dan berujung pada pemakzulan. Meski begitu keduanya mengundurkan diri terlebih dahulu sebelum dimakzulkan.

"Tindakan menghalangi proses hukum bisa dianggap sebagai pelanggaran yang layak berujung pemakzulan," kata Curbelo, seperti dikutip The Independent, Jumat (19/5).

Sementara itu, Trump telah menampik bahwa dirinya meminta James Comey untuk mengakhiri penyelidikan atas keterlibatan Rusia dalam pemilihan 2016.

"Tidak ada kolusi antara saya sendiri dan kampanye saya. Saya selalu akan bicara bahwa tidak ada pembicaraan antara diri saya dengan orang-orang Rusia," kilahnya seperti dikutip CNN, Minggu (21/5). [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya